Calon Pemilih Pilkada di Gunungkidul Berpotensi Bertambah

Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). - Bisnis/Rachman
15 Juni 2020 19:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jumlah calon pemilih dalam Pilkada 2020 berpotensi bertambah. Hal ini tidak lepas dari adanya kebijakan memundurkan jadwal pemungutan suara dari sebelumnya 23 September menjadi 9 Desember 2020.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan salinan Data Penduduk Pemilh Potensial Pemilu (DP4) Pilkada 2020. Daftar yang berusmber dari data kependudukan Kementerian Dalam Negeri ini diserahkan KPU Pusat sejak Februari lalu untuk dilakukan pencermatan. “Data ini menjadi dasar untuk penetapan calon pemilih dalam pilkada di Kabupaten Gunungkidul tahun ini,” kata Hani saat ditemui Harian Jogja, Senin (15/6/2020).

Adapun jumlah DP4 Pilkada 2020 sebanyak 612.295 jiwa. Data ini belum sempat dicermati untuk pemutakhiran data pemilih menyusul adanya penundaan tahapan pilkada sebagai dampak pandemi Corona. Akibat penundaan itu Hani mengakui potensi calon pemilih bisa bertambah karena adanya penundaan. “Pemilihan diundur dari 23 September menjadi sembilan Desember,” katanya.

Potensi pertambahan itu sangat mungkin karena adanya penambahan dari sisi pemilih pemula. Sesuai dengan aturan, setiap warga negara yang berusia 17 tahun sudah memiliki hak pilih sehingga dengan mundurnya jadwal pemilihan maka otomatis ada penambahan jumlah pemilih. “Untuk pastinya kami belum tahu karena masih menunggu revisi data tentang calon jumlah pemilih,” ujarnya.

Hani menjelaskan DP4 tidak menjadi acuan dalam menetapkan jumlah pemilih. Namun dalam penetapan harus melalui proses pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitan (coklit) oleh petugas panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). “Ada prosesnya dengan beberapa tahapan coklit hingga ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara hingga daftar pemilih tetap,” katanya.