Pergerakan Bus di Terminal Jombor Mulai Meningkat Meski Masih Sepi Penumpang

Suasana di Terminal Jombor, Rabu (17/6/2020) yang masih sepi mobilitas bus meski sudah mulai ada peningkatan dibandingkan bulan lalu. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
17 Juni 2020 17:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Mobilitas bus yang kembali beroperasi mulai tampak di Terminal Jombor. Tujuan bus ke Jakarta mulai meningkat, begitu pula ke luar Jawa seperti Pulau Sumatera.

Staf Dishub DIY di Terminal Jombor, Windiarti menuturkan peningkatan pemberangkatan bus mulai tampak bulan ini sejak wacana penerapan new normal akan segera diberlakukan. Menurutnya, akhir-akhir ini bus yang berangkat mulai meningkat, meski peningkatan penumpang belum sigfinifkan.

"Setelah ada wacana new normal, busnya mulai agak bertambah, tapi penumpangnya belum seberapa. Kondisi di DIY juga belum ditetapkan new normal sebenarnya," kata dia, Rabu (17/6/2020).

Windi menerangkan misalnya saja pada Mei lalu, hanya ada rata-rata 5 bus AKAP (antar kota antar provinsi) yang berangkat setiap harinya. Akhir-akhir ini, penambahan bus yang beroperasi mulai nampak.

Baca juga: Kabel Tanah di Ringroad Selatan Dirusak Orang, PLN Langsung Perbaiki

Dari catatan, pada Selasa (16/6/2020) kemarin ada 21 bus AKAP yang berangkat dari Terminal Jombor yang mengangkut 96 penumpang. Angka ini Windi anggap sudah menunjukkan peningkatan ketimbang bulan lalu, meski belum mencapai 50% dari hari-hari sebelum Covid-19.

Lebih lanjut, ia menjelaskan penumpang dari Terminal Jombor tetap dicek suhu badannya saat akan menempuh perjalanan. Protokol kesehatan juga terus disosialisasikan, seperti wajib memakai masker bagi penumpang. Bagi penumpang tujuan Jakarta dan luar Jawa, diwajibkan membawa surat sehat.

Baca juga: Polda DIY Berikan SIM Gratis 1 Juli, Ini Syaratnya

Salah satu pengelola agen perusahaan otobus (PO) Putra Remaja, Firdaus membenarkan meski penumpang belum naik signifikan, rata-rata agen memberangkatkan sekitar 4 bus beberapa hari terakhir. Agen bus yang dikelolanya khusus untuk tujuan Sumatera.

Menurutnya, sekitar bulan lalu dalam sehari sempat tidak ada bus yang berangkat sama sekali. Namun saat ini, dalam sehari sudah ada rata-rata 4 armada yang berangkat.

Meski ada peningkatan, jumlah tersebut masih terbilang berkurang drastis dibandingkan sebelum adanya Covid-19 yang dalam sehari bisa memberangkatkan 17 armada. "Sudah mulai normal, sehari 4. Dibanding sebelumnya malah sehari tidak ada yang berangkat. Kita langsung ke Sumatra," katanya.