Jelang Tahun Ajaran Baru, Pesanan Face Shields dari Sekolah di DIY & Jateng Meningkat Tajam

Sejumlah pekerja di S&R Production tengah membuat Face Shield, Kamis (18/6/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
18 Juni 2020 12:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Produsen pelindung wajah atau face shields di Kulonprogo mulai kebanjiran pesanan jelang tahun ajaran baru 2020. Permintaan alat pelindung diri (APD) itu kebanyakan datang dari instansi pendidikan seperti sekolah dasar hingga menengah atas.

"Sejak awal Juni ini kami sudah menerima pesanan face shields dari beberapa sekolah di DIY dan Jawa Tengah [Jateng], jumlahnya cukup lumayan, bisa ratusan buah," ujar Sareh Budiarto, 45, salah satu pengrajin face shields saat ditemui di rumah produksi miliknya di Dusun Karang, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kamis (18/6/2020).

BACA JUGA: Netizen Diperiksa karena Kutip Humor Gus Dur, Gusdurian Minta Polisi Tidak Intimidasi Warga

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama S&R production milik Sareh ini bisa memproduksi 1.000 face shields per hari. Pengerjaannya melibatkan delapan karyawan. Ada tiga ukuran face shields yang ditawarkan, yakni ukuran bayi, anak-anak dan dewasa. Adapun harga yang dipatok kisaran Rp12.500 sampai Rp15.000.

"Untuk sekarang ini yang paling laris ukuran anak-anak. Sudah ada beberapa sekolah yang pesan untuk menghadapi tahun ajaran baru. Tapi kebanyakan dari luar Kulonprogo. Kalau di sekitar sini minatnya masih rendah," ucapnya.

BACA JUGA: Cerita Istri-Istri Didi Kempot di Balik Kelahiran Lagu Legendaris: Sulit Komunikasi hingga Nyaris Tertabrak Truk

Sareh membandingkan pesanan face shields dari sekolah di luar Kulonprogo dengan pasar lokal. Pesanan dari luar Kulonprogo bisa mencapai ratusan buah, sedangkan pesanan dari sekolah-sekolah di Kulonprogo baru berkisar belasan.

Face shields bikinan Sareh juga diminati instansi pemerintah dan swasta. Jumlah pesanan bisa mencapai ribuan buah per pekan. Soal omzet ia menyebut antara Rp7-10 juta per pekan. Diperkirakan omzet ini akan terus meningkat mengingat Indonesia tengah menyongsong masa new normal Covid-19.

BACA JUGA: Kisah Icha, Mahasiswa Jogja Terinfeksi Covid-19 yang Selesaikan Tugas Akhir Saat Isolasi di RS

Tingginya permintaan face shields buatan S&R production bukan tanpa alasan. Salah satu konsumen, Kristina Esti Winarni, berminat membeli face shield di tempat Sareh karena bahannya tergolong bagus dan berkualitas. Harganya juga terbilang miring dibandingkan yang dipatok di tempat lain.

"Soal kualitas sudah terjamin karena memang biasa dipakai oleh temen-temen di Puskesmas Nanggulan, harganya juga murah sih, kalau di tempat lai bisa di atas Rp20.000 per buah," ujarnya.

Esti yang menjabat Jawatan Kemakmuran di Kapanewon Nanggulan, membeli 20 face shields. APD itu akan digunakan petugas pelayanan di Pemerintahan Kapanewon Nanggulan. Menurutnya pemakaian face shields bagi petugas pelayanan pemerintah sangat diperlukan guna menghindari penularan Covid-19. "Buat antisipasi, ini juga bagian dari upaya kami mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.