Scan Kode QR di Malioboro Diabaikan Pengunjung

Tuwuh, 60, membenahi tali kekang kuda pada andong milikinya di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 Juni 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penerapan sistem zonasi di Malioboro nampaknya masih belum dilakukan dengan ketat. Pasalnya, masih banyak pengunjung yang tidak melakukan pencatatan diri melalui scan QR code yang disediakan di sejumlah titik dari Malioboro dan Titik Nol Yogyakarta di pekan ketiga Juni ini.

Salah satu pengunjung Malioboro yang berasal dari Kotagede, Yogyakarta bernama Niki, 18, mengatakan jika ia datang ke Malioboro Yogyakarta karena dilanda suntuk. Sehingga, Niki memutuskan untuk datang ke Malioboro.

"Karena bosan ya akhirnya ke luar. Sekalian datang ke Malioboro untuk sekedar melihat keadaan. Apakah masih ramai atau tidak," ujar Niki, Minggu (21/6/2020).

Sebelum berangkat, Niki sudah mempersiapkan diri membawa APD seperti masker. Hand sanitizer juga tak lupa dibawa. Sebelum masuk ke kawasan Malioboro, Niki juga terlebih dahulu mencuci tangan. Namun, Niki tidak melakukan scan QR code untuk pendataan diri seperti yang diimbau oleh Pemkot Yogyakarta. Niki sendiri datang ke Malioboro melalui pintu Selatan yakni lewat titik Nol Kilometer Yogyakarta.

"Pernah ditegur oleh petugas yang ada di Malioboro, Yogyakarta karena kami tidak menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 yakni physical distancing saat duduk di depan museum Serangan Umum 1 Maret," terang Niki yang datang bersama teman perempuannya.

BACA JUGA: Berjejer Seenaknya di Jalan Saat Gowes, Pesepeda Jatuh & Tertabarak Motor di Bantul

Sementara itu, pengunjung Malioboro yang berasal dari luar DIY, Analia, 20, warga Klaten, Jawa Tengah, mengatakan jika ia memutuskan untuk datang ke Malioboro karena ia mendapatkan informasi melalui media sosial jika tempat yang menjadi ikon Malioboro tersebut sudah ramai kembali oleh wisatawan.

"Tadi dari Parangtritis, kemudian mampir ke sini (Malioboro). Sebelum berangkat kami juga sudah membawa sejumlah masker, hand sanitizer, dan tisu kering maupun basah, informasinya juga kalau mau ke Malioboro kan harus memakai masker, jadi kami patuhi aturan tersebut," ujar Analia yang datang bersama ketiga kawannya.

Namun demikian, Analia yang datang ke Malioboro melalui pintu Selatan yakni lewat titik Nol Kilometer tidak melakukan pencatatan diri melalui scan QR code. "Kalau itu (scan QR code) kami belum tahu, karena tadi juga tidak ada petugas yang memberitahukan soal aturan itu," terang Analia.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengatakan jika SOP untuk pengunjung ke Malioboro dinilainya sudah jalan. "Ada protokol kesehatannya pakai masker lalu physical distancing harus diutamakan," imbuhnya.

Untuk pejalan kaki, lanjut Agus, juga sudah diatur. Jalur Malioboro sisi timur disediakan bagi pejalan kaki yang berasal dari arah Selatan menuju ke Utara. Sedangkan, jalur pedestrian di sisi barat diperuntukkan bagi pejalan kaki dari Selatan ke Utara.

"Kan sudah diatur, jadi dibuat one way. Jadi menghindari gesekan pengunjung dari arah utara dan selatan. Pedestarian sisi Timur untuk pejalan kaki dari Utara ke Selatan. Pedestarian Barat untuk pejalan kaki dari Selatan ke Utara," ungkapnya.

Ketika disinggung mengenai kerumunan yang masih terjadi di Titik Nol Kilometer, lanjut Agus, jawatannya juga melakukan penerjunan anggota untuk melakukan imbauan kepada pengunjung agar tetap melaksanakan protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Memang akan ada penumpukan di nol kilometer, artinya kami tetap menerjunkan petugas untuk mengurai kerumunan. Kan sudah ada tanda-tanda untuk jaga jarak. Artinya, masyarakat harus tetap disiplin lah.
Tak hanya di nol kilomerter. Mereka juga ikut patroli, sepanjang Malioboro, ketika ada yang berkurumun nanti kami imbau untuk menyebar, karena potensi penularan ada di sana," tutupnya.