Mulai Senin, Warga Tiap Dusun di Kecamatan Mlati Sleman Akan Dites Cepat Covid-19

Ilustrasi - Pixabay
21 Juni 2020 06:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman akan memperluas tes cepat untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menggunakan alat rapid test buatan UGM. Sasarannya adalah tenaga kesehatan dan warga Kecamatan Mlati.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan jawatannya bekerja sama dengan UGM untuk melakukan tracing dengan rapid diagnostic test (RDT) buatan kampus ini yang bernama RI-GHA. Rapid test ini telah mulai diterapkan pada 81 tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Mlati II pada Kamis (18/6/2020) hingga Jumat (19/6/2020) lalu. "Hasilnya negatif semua," kata Joko, Sabtu (20/6/2020).

BACA JUGA: Tes Swab Mandiri untuk Naik Pesawat, Pemuda Kulonprogo Ketahuan Terinfeksi Corona

Selanjutnya, rapid test ini akan dilanjutkan kepada nakes di puskesmas lain di Sleman pada Senin (22/6/2020) mendatang. Menurut Joko, ada sekitar 1.500 tenaga kesehatan di 25 puskesmas di Kabupaten Sleman.

Di hari yang sama, tracing dengan RDT RI-GHA juga akan mulai menyasar warga di Kecamatan Mlati. Dinkes akan mengambil sampel 30 orang di setiap dusun di Kecamatan Mlati melalui tes cepat. Untuk wilayah kerja Puskesmas Mlati II yaitu dusun di Desa Sumberadi, Tirtoadi, dan Tlogoadi, rapid test akan dimulai pada Senin besok. Sementara untuk wilayah kerja Puskesmas Mlati I yaitu dusun di Desa Sinduadi dan Sendangadi akan dilaksanakan pada Selasa (30/6/2020) mendatang.

BACA JUGA: Tambah 4 dalam Sehari, Kasus Positif Covid-19 di Sleman Tembus 109

"Mlati sempat jadi klaster besar dari supermarket [Indogrosir]. Ini juga jadi pertimbangan kami pakai lokasi uji lapangan alat itu di Mlati. Kami mendapatkan kesempatan dari UGM untuk memanfaatkan tracing lebih luas," terangnya.