Kasus DBD Sleman, Dinkes: Diam-diam Sleman Tinggi

Ilustrasi - Pixabay
23 Juni 2020 07:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pada tahun ini, lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Slemancukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyatakan kasus DBD di Sleman hingga Senin (22/6/2020) ini sudah hampir menyaingi akumulasi kasus di Sleman selama tahun lalu.

"Diam-diam Sleman juga tinggi. Saat ini total ada 593 kasus, dengan satu kasus meninggal dunia. Sementara tahun 2019 ada 728 kasus, dengan satu kasus meninggal dunia," ujarnya ketika dihubungi pada Senin. 

Disinggung soal adanya kemungkinan infeksi ganda akibat Covid-19 dan DBD, Joko mengakui hal itu bisa saja terjadi. Meski begitu, ia belum menemukan kasus tersebut hingga saat ini.

"Sejauh ini blm ditemukan kasus ganda tersebut di Sleman, tapi secara teori bisa saja terjadi penderita DBD juga menderita Covid atau sebaliknya," terangnya.

Joko juga menegaskan kedua penyakit virus tersebut memiliki cara penularan yang sangat berbeda. Dalam hal ini DBD membutuhkan vector yaitu nyamuk untuk penularannya, sedangkan Covid-19 termasuk penyakit yang bisa menular secara langsung melalui droplet.

Ia mendorong upaya pencegahan DBD dengan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas plus mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk oles atau spray, larvasida di genangan air, dan menanam tanaman pengusir nyamuk, dan meningkatkan surveilans melalui kegiatan pemantauan jentik berkala.