Gencarkan Penyisiran Corona, 8.000 Orang di Bantul Bakal Jalani Rapid Test

Ilustrasi - Pixabay
24 Juni 2020 17:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul berencana melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) tidak hanya untuk 1.000 pedagang pasar rakyat, namun akan ditambah menjadi sekitar 8.000 pedagang pasar. Upaya RDT dilakukan sebagai deteksi dini Coronavirus Disease (Covid-19) dan mempercepat penanganan Covid-19 di Bantul.

"Kami targetkan menyasar semua pedagang pasar di Bantul. Sesuai data yang terverifikasi ada 8.000an pedagang yang akan di-rapid test," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, saat meninjau proses Rapid Test di Pasar Bantul, Rabu (24/6/2020).

RDT di Pasar Bantul menyasar 700 orang pedagang yang dilakukan dua tahap pada Rabu dan Kamis (25/6/2020). Sebelumnya RDT juga menyasar 38 kayrawan DM Grosir Piyungan. Selanjutnya pada Jumat dan Senin mendatang RDT menyasar pedagang Pasar Jaten Kasihan dan Pasar Ngipik Banguntapan, masing-masing 54 orang dan 164 orang.

Agus mengatakan sasaran rapid test pedagang pasar ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Saat ini Pemkab tinggal menunggu tambahan alat RDT dari Pemda DIY. Pihaknya memperbanyak rapid test untuk pedagang pasar karena pasar merupakan salah satu tempat yang berpotensi adanya penularan Covid.

"Kami ingin Identifikasi semua pedagang supaya dapat menghindari terjadinya klaster baru [penularan dari pasar], maka harus screening semua," ujar Agus.

Namun proses RDT dilakukan secara bertahap karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan RDT akan dilakukan sebanyak dua kali pada tiap sasaran. Jika sasaran RDT kepada 8.000 pedagang, maka pihaknya harus menyediakan sebanyak 16.000 alat RDT.

Sementara itu proses RDT di Pasar Bantul disambut antusias. Bahkan sempat terjadi kerumunan karena pedagang yang akan mejalani RDT masing-masing minta didahulukan. Beruntung petugas dari Dinas Kesehatan, Satpol PP dan polisi yang berjaga di lokasi pemeriksaan sampel darah tersebut dapat membubarkan kerumunan sehingga sasaran RDT kembali antre.