Warga Kota Jogja Diminta Siap Terapkan Kebiasaan Baru

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mencoba mengisi sensus online, Senin (9/3/2020). - Ist/Dok
27 Juni 2020 08:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Masa tanggap darurat bencana Covid-19 di Provinsi DIY resmi diperpanjang hingga 31 Juli 2020. Keputusan itu berlaku untuk kabupaten dan kota di DIY, termasuk Kota Jogja.

Ketua Harian Gugus Tugas Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan dalam rangka mempersiapkan masyarakat menuju kondisi new normal hingga normal, diperlukan beberapa langkah untuk menciptakan kondisi aman dan siap untuk memasuki kondisi normal. Salah satu langkah yang perlu disiapkan yakni langkah pemulihan.

Dijelaskan Heroe, ada lima tahapan untuk menuju new normal. Tahapan pertama penyelesaian kasus, tahap kedua pembuatan aturan atau protokol baru, tahap ketiga melakukan uji coba dan penerapan terbatas protokol baru secara bertahap, tahap keempat langkah Jogja untuk Jogja, dan tahap kelima yakni Jogja untuk semuanya.

"Maka bila melihat kondisi saat ini, Kota Jogja dalam posisi [tahap] penyelesaian kasus, menuju upaya untuk melakukan ujicoba dan penerapan terbatas serta langkah jogja untuk jogja," ujarnya pada Jumat (26/6/2020).

Heroe mengimbau, meskipun kasus Covid-19 terus melandai, tetapi masyarakat diminta harus terus waspada. Hal itu dikarenakan karakter kasus Covid-19 Kota Jogja yang sebagian besar berasal dari kontak riwayat perjalanan. Termasuk beberapa kasus terakhir yang disebutkan Heroe sebanyak 90 persen berasal dari riwayat perjalanan.

"Sehingga posisi Kota Jogja berada di seputaran daerah yang masih zona merah dan banyak pengunjung yang sudah datang di Jogja," ujarnya. Maka menurut Heroe harus disiapkan secara serius agar protokol Covid-19 berjalan dengan baik dan bisa menjamin keamanan warga dan siapapun yang berada di Jogja.

Selanjutnya, dikatakan Heroe dalam masa perpanjangan tanggap darurat ini, akan dilakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di semua tempat dan layanan umum meliputi sosial, ekonomi, keagamaan. Selain tempat-tempat yang menyangkut destinasi wisata, hotel, restoran dan kafe bahkan angkringan tak luput dari pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan ini.

"Sehingga nanti kita akan lalukan peninjauan dan verifikasi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 tersebut, tujuannya agar semuanya siap," jelasnya.

Selama masa perpanjangan tanggap darurat, Heroe menerangkan akan dilakukan pembiasaan protokol baru Covid-19 bagi masyarakat. "Selalu pakai masker dalam aktivitasnya, selalu jaga jarak di mana pun, selalu cuci tangan dan bawa Hand Sanitizer, membiasakan dalam aktivitas kelompok tapi posisi jaga jaraknya selalu terjaga," ujarnya. Hal-hal tadi menurut Heroe harus dibiasakan, menjadi habit yang baru, kebiasaan bagi masyarakat secara sukarela dan menjadi kesadaran masyarakat menjalankan protokol tersebut

"Untuk bisa mewujudkan itu, maka dilakukan banyak ujicoba dan banyak petugas yang akan mengarahkan," terang Heroe. Nantinya semua tempat harus sudah melakukan uji coba protokol baru tersebut. Edukasi masyarakat melakukan kebisaan baru selama bulan Juli diterapkan di kegiatan sehari-hari mereka.

"Jadi bulan Juli mempersiapkan masyarakat dan seluruh pelaku usaha dan sosial untuk akrab dengan kebiasan yang baru, maka selama proses ini nanti akan banyak petunjuk serta imbauan yang dipasang juga petugas yang akan mengarahkan kebiasaan baru tersebut," jelasnya

Heroe menegaskan upaya pemulihan kondisi menuju normal itu disadari karena untuk Jogjakarta disebut pulih itu ketika kota bisa berinteraksi dengan para mahasiswa dan wisatawan kembali. "Artinya dalam menuju normal itu maka semuanya harus sudah terbiasa menjalankan protokol covid 19," pungkasnya.