PPDB 2020: Usia Tak Jadi Penentu Utama

Foto Ilustrasi sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah. - Dok. Harian Jogja
01 Juli 2020 08:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI–Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, usia bukan menjadi faktor utama dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pasalnya, didalam sistem zonasi jarak antara rumah dengan sekolah menjadi yang dominan dalam penerimaan.

“Semakin dekat sekolah dengan rumah, maka peluang calon siswa diterima akan lebih besar,” kata Bahron, Selasa (30/6/2020).

Meski menggunakan zonasi, namun penerimaan juga sangat bergantung dengan kuota. Seperti aturan dalam PPDB, jumlah penerimaan terbanyak berasal dari zonasi sebesar mencapai 50%. Sedangkan untuk jalur prestasi 30%, 15% untuk kuota keluarga miskin atau jalur avirmasi dan sebesar 5% merupakan jalur kepindahan orang tua.

BACA JUGA : PPDB Online, Sekolah Belum Berencana Lakukan Survei

Khusus untuk zonasi, apabila pendaftar lebih banyak dari kuota yang tersedia maka akan tetap dilaukan seleksi. Sebagai contoh apabila di satu sekolah memiliki 50 kursi kuota zonasi, sedangkan pendaftaranny lebih banyak, maka akan dibuat rangking sebagai dasar penerimaan. Adapun penentuan pertama kali melihat jarak rumah dengan sekolah, usia kemudian waktu pendaftaran.

“Kita lihat dulu jaraknya. Jika radiusnya sama, maka baru dilihat usia dan anak yang lebih tua mendapatkan prioritas. Tapi, kalau jarak dan lahirnya sama, maka ada opsi ketiga, yakni dilihat pada saat mendaftar siapa yang terlebih dahulu,” katanya.

Menurut Bahron, sistem perangkingan dalam PPDB sudah disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Apabila ada calon siswa yang kebingungan terkait dengan pendaftaran, maka bisa datang ke sekolah terdekat untuk dipandu oleh operator. “Sudah disiapkan para operator siap memberikan bantuan kalau ada calon siswa yang kebingungan,” imbuh dia.

BACA JUGA : PPDB SMP, Bantul Tetapkan Lima Zona 

Ditambahkannya, untuk pelaksanaan PPDB secara online sudah berjalan dengan lancar. meski demikia, di hari pertama pendaftaran sempat ada kendala terhadap server sehingga harus dilakukan perbaikan. “Setelah adanya perbaikan, mulai Senin malam sudah kembali lancar karena jaringan sudah normal,” katanya.

Salah seorang wali murid, Reny Linawati mengatakan, untuk PPDB awalnya sempat kebingungan. Namun setelah komunikasi dengan tim help desk di Disdikpora Gunungkidul bisa mengetahui secara lebih rinci berkaitan dengan alur dari pendaftaran. “Kan ada beberapa jalur seperti zonasi, prestasi dan lain sebagainya. Skema ini butuh pemahaman yang lebih karena banyak faktor dan bagian dari penyiapan agar anak bisa tetap diterima sekolah,” katanya.

Dia pun mengakui, awalnya akan memasukan anaknya ke SMP Negeri 1 Wonosari melalui jalur zonasi. Namun dari sisi jarak memiliki nilai kecil sehingga ada upaya menempuh dengan jalur lain di luar zonasi. “Saya sempat konsultasi dengan tim help desk berkaitan dengan perpindahan jalur dan hasilnya bisa diberikan pemahaman bagaimana proses pemindahan itu,” katanya.