Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasien positif Covid-19 di Gunungkidul bertambah dua orang sehingga total menjadi 54 kasus. Tambahan ini masih erat kaitannya dengan kasus impor atau penularan dari luar daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan dua pasien baru meliputi perempuan 36 tahun asal Kapanewon Wonosari dan laki-laki 59 tahun asal Kapanewon Panggang.
BACA JUGA: Kapan New Normal Diterapkan di DIY? Ini Jawaban Sultan
Kasus Wonosari erat kaitannya dengan pasien positif yang melakukan perjalanan dari Jawa Timur. Keduanya adalah pasangan suami istri. “Suaminya terlebih dahulu dinyatakan positif sewaktu di Jawa Timur. Setelah kami cek ternyata istrinya juga ikut positif,” kata Dewi, Kamis (2/7/2020).
Sementara itu, pasien dari Panggang belum diketahui sumber penularannya. Menurut dia, pasien ini diketahui positif Covid-19 saat menjalani tes di RSUD Bantul. “Kami akan cari penyebab pasien ini bisa tertular,” katanya.
Tim medis langsung akan bergerak melakukan penelusuran terkait dengan riwayat kontak sehingga penularan bisa dicegah.
BACA JUGA: Soal Uji Coba Pembukaan Destinasi, Pengelola Wisata Gunungkidul Dapat Sinyal Hijau
Dewi mengatakan kasus impor dari luar daerah, khususnya dari Jawa Timur sudah ada empat. Dua kasus berasal dari wilayah Kapanewon Semin dan dua lainnya berasal dari Kapanewon Wonosari. “Total kasus ada 54 pasien positif. Yang dinyatakan sembuh ada 47 orang, enam masih dirawat di rumah sakit dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Kepala Bidang Penyebaran dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul Sumitro mengatakan jawatannya mewaspadai penularan kasus positif yang berasal dari luar daerah. Potensi penularan ini semakin besar seiring dibukanya akses transportasi antar daerah.
Salah satu antisipasi dengan surveilence berbasis masyarakat. Masyarakat diminta mendata pendatang di wilayah masing-masing. Selanjutnya, data tersebut dilaporkan ke petugas puskesmas.
Gunungkidul jug akan mengubah pengetesan karena tingkat akurasi rapid test masih kurang bagus. Rencananya pasien dalam pengawasan, warga kontak pasien positif dan tenaga kesehatan akan langsung dilakukan tes swab. “Tes cepat tetap dilakukan, tapi untuk proses screening kasus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Meta paling rakus data pengguna dengan 25 jenis data. Google kedua dengan 17 jenis. Riset Surfshark ungkap rahasia Big Tech.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe gagal ke semifinal Cincinnati Open 2026. Kalah 5-7, 5-7 dari Bouzkova/Noskova di perempat final.
KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah dalam OTT Rektorat Unsoed yang diduga terkait penerimaan mahasiswa baru.
Lisa BLACKPINK raih 4 nominasi VMA 2026, total 10 nominasi sepanjang karier. Rekor solois K-pop terbanyak. Saksikan 27 September di LA.
Timnas U-20 Indonesia bersiap menghadapi Irak sebelum Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Indonesia diprediksi menang tipis 1-0.