Belasan Sekolah Negeri di Gunungkidul Masih Kekurangan Murid

Ilustrasi PPDB. - JIBI
03 Juli 2020 17:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah sekolah baik di tingkat SMP, SMA dan atau sederajat masih kekurangan murid. Hal ini sudah diprediksi sejak awal karena kuota lebih banyak ketimbang lulusan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pengumunan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP Negeri sudah dilaksanakan sejak Kamis (2/7/2020). Ia pun mencatat ada sejumlah sekolah yang kekurangan murid hingga pendaftaran ditutup.

Adapun beberapa sekolah ini meliputi dua sekolah di Kapanewon Patuk, dua SMP di Kapanewon Nglipar, tiga di Kapanewon Panggang, satu sekolah di Kapanewon Ponjong dan Tepus. Sedangkan di Kapanewon Ngawen dan Girisubo masing-masing ada dua sekolah yang masih kekurangan murid. “Ini yang negeri dan belum semua sekolah swasta melaporkan,” kata Bahron, Jumat (3/7/2020).

Menurut dia, adanya sekolah yang kekurangan siswa sudah diprediksi sejak awal. Bahron berdalih ada perbedaan jumlah antara kuota lulusan siswa dengan kapasitas bangku sekolah di Gunungkidul. Sejak awal, kata Bahron, seluruh siswa SD yang lulus masih bisa sekolah karena kuota untuk siswa baru tingkat SMP lebih banyak. “Yang lulus hanya sekitar 9.700an siswa, sedang kuotanya ada 13.000 kursi. Jadi, semua siswwa yang lulus SD bisa diterima di SMP [negeri],” ungkapnya.

Sama seperti yang terjadi di tingkat SMP, di jenjang SMA dan sederajat juga ada sekolah yang kekurangan murid. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin mengatakan, , ada beberapa sekolah yang masih kekurangan murid. Meski demikian, ia belum bisa memastikn berapa jumlah sekolah yang kekurangan baik yang negeri maupun swasta. “Contohnya yang keurangan ada di SMK Negeri 1 Ponjong dan SMA Negeri 1 Semanu,” katanya.

Sangkin mengungkapkan, kekurangan murid bisa dilihat di salah satu kelas di SMK Negeri 1 Ponjong ada satu kelas yang belum terisi calon siswa baru. Untuk sekolah yang kekurangan murid, Sangkin mengaku masih menunggu kebijakan dari Disdikpora DIY yang memiliki kewenangan terkait PPDB. “Kita tunggu saja kebijakannya seperti apa,” katanya.

Kondisi tersebut berbeda dengan daerah lain seperti Bantul. Di Bantul Sebanyak 940 atau hampir 1.000 calon siswa gagal masuk sekolah negeri karena kuota penuh.