Perpusdes Balai Pintar Pengkol Wakili DIY Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional

Anggota Komisi A DPRD Gunungkidul saat menyerahkan bantuan buku ke Perpusdes Balai Pintar Pengkol, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, Jumat (3/7/2020). - Istimewa/Dokumen DPRD Gunungkidul
03 Juli 2020 20:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi A DPRD Gunungkidul mengapresiasi pengelolaan perpustaakaan desa (perpusdes) di Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar. Perpustakaan bernama Balai Pintar ini maju ke lomba perpustakaan tingkat nasional.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, mengatakan jajarannya sudah melihat langsung bagaimana pengelolaan Perpusdes Balai Pintar di Kalurahan Pengkol. Menurut dia, keberadaan balai ini dinilai sangat baik karena perannya dalam upaya meningkatkan literasi di masyarakat.

Dia mengakui partisipasi dan peran aktif dari pamong kalurahan, pengelola hingga masyarakat sangat baik. Meski demikian, ada harapan dukungan terus diberikan agar Balai Pintar bisa tetap berjalan dalam meningkatkan minat baca masyarakat. “Sangat bagus dan tidak salah jika menjadi yang terbaik di DIY,” kata Ery, Jumat (3/7/2020).

Selain mengunjungi Perpusdes Balai Pintar, anggota Dewan juga menyerahkan sejumlah buku untuk menambah koleksi. Meski sudah banyak, koleksi masih butuh tambahan agar bisa ikut dalam lomba di tingkat nasional. Ery berharap dalam lomba tingkat nasional Perpusdes Balai Pintar bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Harapannya bisa meraih juara,” katanya.

Salah seorang pengelola Perpusdes Balai Pintar Pengkol, Dewi Rahayu, mengungkapkan perpustakaan desa ini dirintis sejak 2014. Menurut dia, banyak suka dan duka dalam pengelolaan. Sebagai contoh, saat pembukaan minat warga untuk berkunjung masih sangat kurang. Pengelola kemudian berjuang untuk memperkenalkan perpustakaan kepada warga. “Seiring berjalannya waktu Balai Pintar makin dikenal hingga sekarang ini,” kata Dewi.

Menurut dia, untuk bisa berpartisipasi dalam lomba perpustakaan tingkat nasional masih butuh perjuangan. Pasalnya, Balai Pintar harus memiliki koleksi sedikitnya 5.000 buku. Ia mengakui koleksi yang dimiliki belum mencapai jumlah minimal tersebut. “Kami membuka donasi agar koleksi yang dimiliki bisa memenuhi untuk ikut lomba,” katanya.

Dewi menambahkan pihaknya terus bersiap untuk bisa mengikuti lomba perpustakaan tingkat nasional. “Kami terus berusaha karena keberadaan Balai Pintar tidak hanya untuk ikut lomba, tetapi juga bagian dalam upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat Pengkol,” katanya.