Sejumlah Objek Wisata Mulai Dibuka, Ini Imbauan Wabup Kulonprogo..

Seorang petugas mengecek suhu tubuh Wabup Kulonprogo, Fajar Gegana dalam simulasi pembukaan obwis dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kamis (2/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
03 Juli 2020 07:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Satu persatu objek wisata di Kulonprogo telah melaksanakan uji coba pembukaan obwis dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setelah Pule Payung dan Kalibiru, Kapanewon Kokap, Kulonprogo kini giliran Pantai Glagah, Kapanewon Temon yang berkesempatan menggelar kegiatan tersebut, Kamis (2/7/2020).

Uji coba berupa simulasi pelayanan wisatawan dengan protokol kesehatan ini melibatkan seluruh pedagang, pemilik penginapan, petugas parkir dan pelaku wisata lain di Pantai Glagah.

BACA JUGA : Uji Coba Pembukaan Objek Wisata Diperpanjang 

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana bersama tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo dan Dinas Pariwisata DIY turut mengikuti kegiatan itu. Mereka mengecek penerapan protokol kesehatan di obyek wisata tersebut sebelum boleh dibuka secara terbatas di masa pandemi Covid-19.

"Secara umum sudah baik, tapi ada beberapa yang perlu diatur di antaranya pengecekan suhu kalau bisa tidak di pintu masuk karena riskan terjadi penumpukan orang, lebih baik agak ke dalam di tempat yang lebih luas," ujar Fajar, saat memberikan evaluasi atas simulasi itu di Pantai Glagah, Kamis.

Fajar juga mengingatkan pelaku wisata paham tentang daya tampung wisatawan yang diizinkan selama pembukaan secara terbatas nanti. Adapun aturan yang diberlakukan tentang kapasitas yakni maksimal 70 persen dari total kapasitas yang ada. Lebih dari itu wisatawan tidak diperkenankan masuk.

BACA JUGA : DPRD Bantul Dukung Pembukaan Objek Wisata

Selain itu, Fajar juga mengingatkan kepada seluruh pelaku wisata Glagah dan wisatawan untuk mengenakan masker. Sebab dia masih melihat sejumlah pengunjung pantai yang kedapatan tidak memakai masker. "Ini jadi tugas pengelola wisata untuk menyediakan masker untuk wisatawan [yang tidak memakai masker], teknisnya bisa diberikan gratis atau dijual," ujarnya.