NPC Kulonprogo Pertanyakan Dana Tali Asih untuk Atlet Berprestasi

Pengurus NPC Kulonprogo saat audiensi dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo di Ruang Menoreh Pemkab Kulonprogo, Kamis (2/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
03 Juli 2020 08:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kulonprogo menemui Bupati Kulonprogo, Sutedjo Kamis (2/7/2020). Mereka meminta kejelasan tentang dana tali asih sebaga bonus bagi atlet difabel Kulonprogo yang telah menorehkan prestasi meraih medali pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY 2019.

Wakil Ketua NPC Kulonprogo, Putut Proboseto mengatakan di ajang itu, Kulonprogo menempati peringkat empat dengan perolehan 17 emas, 9 perak dan 11 perunggu. Atas prestasi itu, para atlet harusnya mendapat bonus berupa tali asih. Adapun anggaran yang diajukan NPC Kulonprogo untuk tali asih sebesar Rp1,04 miliar.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Beri Apresiasi Atlet Peparda 2019

“Atlet Daerah lain di DIY sudah menerima bonus, sedangkan Kulonprogo sampai hari ini belum sama sekali," kata Putut saat audensi dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo di Ruang Menoreh Pemkab Kulonprogo, Kamis.

Putut berharap para atlet ini segera mendapat hak yang sama seperti atlet dari KONI, meski besarannya berbeda. Jika tidak, pihaknya khawatir atlet akan pindah ke daerah lain. Di sisi lain untuk menjaring bibit atlet difabel kekinian di Kulonprogo masih sangat sulit.

"Jika sampai ke daerah lain, kami akan kesulitan mencati atlet baru," ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, akan mengupayakan dana tali asih atlet peraih medali di Peparda DIY 2019 bisa masuk dalam APBD Perubahan tahun 2020. Pemkab kata Sutedjo akan membahas pengajuan tali asih ini dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD untuk dimasukkan dalam APBD Perubahan tahun 2020.

"Jika disetujui, tali asih sudah bisa dicairkan pada Oktober 2020," kata Sutedjo.