Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pengurus NPC Kulonprogo saat audiensi dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo di Ruang Menoreh Pemkab Kulonprogo, Kamis (2/7/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, WATES--Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kulonprogo menemui Bupati Kulonprogo, Sutedjo Kamis (2/7/2020). Mereka meminta kejelasan tentang dana tali asih sebaga bonus bagi atlet difabel Kulonprogo yang telah menorehkan prestasi meraih medali pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIY 2019.
Wakil Ketua NPC Kulonprogo, Putut Proboseto mengatakan di ajang itu, Kulonprogo menempati peringkat empat dengan perolehan 17 emas, 9 perak dan 11 perunggu. Atas prestasi itu, para atlet harusnya mendapat bonus berupa tali asih. Adapun anggaran yang diajukan NPC Kulonprogo untuk tali asih sebesar Rp1,04 miliar.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Beri Apresiasi Atlet Peparda 2019
“Atlet Daerah lain di DIY sudah menerima bonus, sedangkan Kulonprogo sampai hari ini belum sama sekali," kata Putut saat audensi dengan Bupati Kulonprogo, Sutedjo di Ruang Menoreh Pemkab Kulonprogo, Kamis.
Putut berharap para atlet ini segera mendapat hak yang sama seperti atlet dari KONI, meski besarannya berbeda. Jika tidak, pihaknya khawatir atlet akan pindah ke daerah lain. Di sisi lain untuk menjaring bibit atlet difabel kekinian di Kulonprogo masih sangat sulit.
"Jika sampai ke daerah lain, kami akan kesulitan mencati atlet baru," ucapnya.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo, akan mengupayakan dana tali asih atlet peraih medali di Peparda DIY 2019 bisa masuk dalam APBD Perubahan tahun 2020. Pemkab kata Sutedjo akan membahas pengajuan tali asih ini dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD untuk dimasukkan dalam APBD Perubahan tahun 2020.
"Jika disetujui, tali asih sudah bisa dicairkan pada Oktober 2020," kata Sutedjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pajak kendaraan bekas di Bantul kini lebih mudah, tanpa KTP pemilik lama. Cukup surat pernyataan dan bisa langsung bayar di Samsat.
Polsek Kartasura mengamankan 21 motor knalpot brong dalam razia balap liar di Sukoharjo. Polisi akan terus lakukan patroli malam.
140 perajin tahu di Bandung terancam mogok produksi akibat harga kedelai impor naik hingga Rp11.000/kg dipicu pelemahan rupiah.
Telinga kanan berdenging sering dianggap mitos, padahal bisa jadi tanda tinnitus akibat gangguan pendengaran yang perlu diwaspadai.
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.