Advertisement

Petugas Jogoboro Kewalahan Hadapi Wisatawan di Malioboro

Hafit Yudi Suprobo
Minggu, 05 Juli 2020 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
Petugas Jogoboro Kewalahan Hadapi Wisatawan di Malioboro Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Petugas Jogoboro kewalahan saat mengimbau wisatawan untuk menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19, terutama pada malam minggu. Mereka juga kewalahan ketika memberikan informasi mengenai prosedur scan barcode yang wajib dilakukan oleh wisatawan di lima zona yang saat ini terdapat di Malioboro.

Salah satu petugas Jogoboro, Novendian Cahya Pratama, 21, mengatakan jika petugas Jogoboro yang betugas untuk memberikan imbauan maupun arahan bagi wisatawan untuk menaati protokol pencegahan penularan Covid-19 jumlah minim. Hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah wisatawan Malioboro yang masif, khususnya saat malam minggu.

"Petugas terbatas, barcode yang tersedia juga rata-rata ada dua. Kadang satu petugas petugas juga melakukan dua tugas yakni melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung dan memberikan informasi mengenai scan barcode. Apalagi malam minggu, itu banyak sekali wisatawan sampai kami kewalahan," ujar Novendian Cahya Pratama, Minggu (5/7/2020).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Pengunjung yang mengunjungi Malioboro, lanjut Novendian, diharuskan memakai masker dan melakukan scanning barcode untuk mengisi scan barcode atau dapat mengakses di laman kunjungan.jogjakota.go.id. Selain itu, pengunjung juga akan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk Malioboro.

"Scan barcode ditujukan untuk mendata kunjungan yang masuk ke Malioboro, seperti masuk ke perpustakaan atau fasilitas publik lainnya," ujar Novendian yang betugas di zona satu Malioboro sisi timur yang berada di depan Hotel Inna Garuda.

Di setiap zona, dibatasi oleh jumlah kuota pengunjung. Setiap zona hanya dibatasi maksimal sebanyak 500 pengunjung. Ada petuga Jogoboro yang melakukan pemantauan di lapangan.

"Bagi wisatawan ada yang bingung menggunakan sistem scan barcode ada juga yang lancar-lancar saja. Kebanyakan yang masih bingung itu orang tua. Kami juga harus sabar untuk membimbing mereka," jelasnya.

Salah satu pengunjung Malioboro asal Solo bernama Sinta, 20, warga Solo, Jawa Tengah, mengatakan jika sebelum datang ke Malioboro ia juga sudah mempersiapkan diri untuk mampu melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19. Seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, dan tidak lupa untuk melakukan scanning barcode sebelum memasuki zona Malioboro.

"Gak bingung, karena gampang juga penerapannya. Lumayan sering juga ke Malioboro. Soal satu lajur juga sudah faham karena memang sudah tertera di jalan pedestrian," ujar Sinta yang berkunjung ke Malioboro bersama dengan temannya ke Malioboro.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement