Kambing Kurban dari Luar Jogja Harus Dimandikan untuk Cegah Corona, Ini Tanggapan Pedagang

Penjualan hewan Kurban yang dijual di pinggir Jln. Pramuka, Pandeyan, Umbulharjo pada Minggu (5/7/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
06 Juli 2020 12:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Jelang Idul Adha sejumlah pedagang hewan kurban mulai berjualan. Salah satunya di Jln. Pramuka, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja.

Pedagang hewan kurban yang telah buka di Jln. Pramuka tersebut adalah Bambang. Dia menjualkan kambing kurban milik juragannya yang rumahnya tak jauh dari lokasi jualan. Diakui Bambang tahun ini, penjualan hewan kurban dibuka lebih awal dari pada tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya tiga minggu sebelum Idul Adha, ini sebulan sebelum sudah buka," ujar Bambang ditemui pada Minggu (2/7/2020).

BACA JUGA : Ini Sejumlah Penyakit yang Kerap Muncul di Hewan Kurban

Meski buka lebih awal nyatanya kambing dagangan Bambang sudah laku tujuh ekor. Soal kesehatan kambing, Bambang menjamin hewan tang dijual sudah sehat. Hal itu karena sebelum dibeli dari Wonosobo dan Temanggung, hewan telah dicek kesehatannya lengkap dengan surat keterangan sehatnya. Selain itu sesampainya di Jogja, kambing juga telah diperiksa di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan.

Terkait hewan kurban yang datang ke Jogja harus dimandikan Bambang punya penjelasan sendiri terkait arahan itu. Menurut Bambang pemandian kambing tidak bisa dilakukan setiap saat, apalagi kalau hewan kurban datangnya malam dari luar kota. Pasalnya menurut pengalaman yang sudah berjualan kambing selama 15 tahun, butuh seharian membuat rambut kambing kering setelah dimandikan.

"Kalau dimandikan malam bisa mati kedinginan, dulu pernah sore dimandikan, belum kering akhirnya mati," ujarnya.

Menurut penuturan Bambang, karena tidak bisa dimandikan setiap waktu, kambing yang datang malam hari selanjutnya akan dipisahkan di kandang yang berbeda terlebih dahulu. Baru setelah pagi hari dimandikan.

"Kalau baru datang langsung dicampur bisa berkelahi kambingnya," terangnya.

BACA JUGA : Pemda DIY Imbau Penyembelihan Hewan Kurban di RPH

Idealnya kambing yang datang memang langsung dimandikan. Namun sejauh ini Bambang hanya memandikan kambing yang terlalu kotor. Untuk memandikan dua ekor kambing dibutuhkan waktu 30 menit dengan tenaga tiga orang. Biasanya Bambang mencuci 10 kambing sekaligus bersamaan.

"Disiram air dulu sampai kambing basah betul baru disikat, termasuk tali-talinya dicuci, kalau kurang basah kotoran yang kering susah dihilangkan," ujarnya.

Praktis untuk memandikan dan 10 ekor kambing dibutuhkan waktu 2,5 jam. Padahal jumlah kambing yang dijual Bambang berjumlah lebih 50 ekor.  Selain itu Bambang mengatakan, pada dasarnya sulit menciptakan kondisi kambing yang sangat bersih. Hal itu dikarenakan setelah dimandikan pun kambing akan kembali tinggal di kandang di mana kotoran dan kambing akan menempel kembali.

"Biasanya dimandikan kalau sudah kotor sekali, sama terakhir sebelum diantarkan ke tempat kurban itu pasti dimandikan, soalnya pembeli pasti minta kambing dalam keadaan bersih sebelum disembelih," ujarnya. Kendati demikian Bambang mengaku tidak keberatan bila kedepannya ada aturan tegas yang meminta kepada penjual hewan kurban memandikan kambing yang baru sampai dari luar kota.

Wakil Walikota Jogja sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Kota Jogja, Heroe Poerwadi meminta hewan kurban yang datang dari luar kota Jogja dimandikan terlebih dahulu dari tempat asal. Begitu sampai kota Jogja PUN Heroe meminta hewan kurban untuk dimandikan lagi.

"Termasuk talinya, supaya kita ingin mengurangi sebaran-sebaran [kasus Covid] dari luar kota," katanyanya.