Masuk Zona Kuning, Kulonprogo Tetap Gelar Pembelajaran Daring

Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. - ANTARA FOTO/Saiful Bahri
09 Juli 2020 23:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo memastikan pembelajaran di rumah dengan sistem daring masih diterapkan pada tahun ajaran baru 2020/2021. Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastawa, mengatakan untuk menyambut tahun ajaran baru yang dimulai Senin (13/7/2020), jajarannya sudah mengeluarkan Peraturan Kepala Disdikpora No.156/ 2020 tentang Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Pada TK, SD dan SMP Tahun Ajaran 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19. Dalam aturan itu disebutkan pembelajaran sistem daring tetap diterapkan, yang artinya belum ada kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung di sekolah.

Penerapan sistem pembelajaran daring itu didasarkan pada kondisi perkembangan Covid-19 di Kulonprogo. Arif menjelaskan saat ini Kulonprogo merupakan zona kuning dalam persebaran virus Corona, karena masih ada lima warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan masih dirawat di rumah sakit.

Sementara, berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, penyelanggaraan pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan di daerah yang masuk zona hijau.

"Dengan begitu kami belum dapat mengeluarkan sistem pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka hanya bisa dilakukan di zona hijau sehingga skenario pembelajaran pada tahun Ajaran 2020/2021 dilakukan belajar dari rumah secara daring," kata Arif, Kamis (9/7/2020).

Guna menunjang keberhasilan sistem pembejaran daring, Disdikpora Kulonprogo menggelar pelatihan pembelajaran secara daring untuk 141 guru dari jenjang TK, SD, dan SMP bekerja sama dengan lembaga sekolah literasi. Pelatihan ini, kata Arif, melengkapi sistem pembelajaran yang sudah ada. "Perlu ada metode baru pembelajaran secara daring supaya siswa tidak bosan," katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori, meminta Disdikpora bisa mengalokasikan biaya pulsa bagi siswa selama pelaksanaan pembelajaran daring. Alokasi itu bisa diperoleh melalui Biaya Operasinal Sekolah (BOS). "Alokasi ini sangat penting karena tidak semua orang tua siswa memiliki kemampuan ekonomi yang sama," ujarnya.

Jika nantinya Kulonprogo masuk zona hijau sehingga bisa menggelar pembelajaran tatap muka, Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana, meminta Disdikpora berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo untuk pengadaan tempat cuci tangan, masker dan disinfektan di semua sekolahan.

"Sarana dan prasarana untuk menunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah perlu diperhatikan dengan betul agar tidak menjadi penyebab penyebaran Covid-19," ujarnya.