Advertisement
Jalur Evakuasi Merapi Rusak, Ini Respons Pemda DIY..
Seorang Pengendara motor melewati jalur evakuasi yang menghubungkan Desa Wukirsari dan Desa Glagaharjo, Selasa (12/2/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, meminta pemerintah setempat dari tingkat dusun hingga kabupaten mengecek kembali jalur evakuasi yang rusak.
“kalau memang ada yang tidak memenuhi syarat untuk evakuasi, bisa dilakukan perbaikan,” ujarnya, Jumat (11/7/2020).
Advertisement
Perbaikan itu kata dia, dikerjakan sesuaikan dengan tingkat kewenangan setiap jalur evakuasi, sehingga setiap jenjang pemerintahan diharapkan ikut meninjau jalur mana saja yang rusak.
BACA JUGA : Begini Kondisi Jalur Evakuasi Merapi yang Rusak
“Karena Pak Gubernur sudah ngendika [menyampaikan] seperti itu, diharapkan bisa segera dilakukan pengecekan,” katanya.
Rusaknya jalur evakuasi diduga karena lalu lintas truk penambang pasir di lereng Merapi. Terkait hal ini, ia mengungkapkan dalam perizinan pertambangan sudah ada prosedurnya dimana jika terjadi kerusakan pada jalur yang dilalui truk, penambang juga memiliki kewajiban untuk memperbaiki.
Dalam perizinan kata dia, tidak hanya lokasi penambangan yang menjadi tanggung jawab penambang, tapi juga jalur yang dilewati. Sehingga jika prosedur tersebut dipatuhi, semestinya kerusakan jalan akibat penambangan tidak terjadi.
BACA JUGA : Aktivitas Merapi Meningkat, Sebagian Jalur Evakuasi Malah
Namun jika prosedur tersebut tidak dipatuhi, menjadi tugas tim pengawas untuk menegakkan peraturan di lapangan. Ia berharap tim pengawas lebih ketat dalam mendisiplinkan operasional pertambangan agar dampak kerusakan bisa diminimalisir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Minat PMI Gunungkidul Tinggi, Malaysia Jadi Tujuan Utama
- Kuota Pupuk Subsidi Gunungkidul Capai 36.529 Ton, Naik dari Tahun Lalu
- Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Relawan: Tak Ada Janji Kampanye
- BPBD Catat 129 Kejadian Bencana, Gunungkidul Siaga Sampai Maret
- Ekspor Bantul 2026 Ditargetkan USD 120 Juta, Global Jadi Tantangan
Advertisement
Advertisement



