Aktivitas Merapi Meningkat, Sebagian Jalur Evakuasi Malah Rusak Digilas Truk Pasir

Penampakan erupsi Gunung Merapi pada Minggu (21/6/2020) pagi. - Ist/Dok twitter @TRCBPBDDIY
09 Juli 2020 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Seiring terjadinya peningkatan aktivitas gunung Merapi, warga sekitar lereng Merapi meminta agar jalur-jalur evakuasi yang rusak untuk segera diperbaiki.

Salah seorang tokoh masyarakat Kepuharjo Heri Suprapto mengatakan secara umum kondisi jalan dan jalur evakuasi di Kepuharjo dalam kondisi baik. Hanya beberapa ruas jalur evakuasi yang mengalami kerusakan akibat digunakan truk pengangkut pasir.

"Ya kami minta agar yang rusak-rusak itu segera diperbaiki. Seandanya Merapi benar mau erupsi kami minta jalur evaluasi segera diperbaiki, kalau tidak bisa diaspal ulang setidaknya ditambal saja," kata Heri usai pertemuan dengan BPPTKG, BNPB, BPBD Sleman dan sejumlah pejabat, Kamis (9/7/2020).

Menurut Heri, jarak pemukiman penduduk berada di Kepuharjo dengan puncak Merapi masih dalam radius aman. Sekitar delapan kilometer atau sesuai dengan ketentuan pemerintah. "Kalau barak pengungsian juga aman. Warga siap melakukan mitigasi bencana jika Merapi mengalami erupsi," kata Heri.

Hal senada disampaikan Ketua Komunitas Siaga Merapi di Balai Desa Glagaharjo, Rambat Wahyudi. Dia juga meminta perhatian khusus terkait jalur evakuasi di perbatasan antara Sleman dan Klaten. Menurutnya, jalur tersebut menjadi satu-satunya jalud evakuasi di perbatasan. Hanya saja, lebar jalan yang dimiliki tidak memadai jika digunakan baik oleh warga Sleman maupun Klaten.

BACA JUGA: Terjadi Penggembungan di Gunung Merapi, Ini Kata Sultan

"Kalau semuanya dievakuasi, jelas kondisi jalan tidak mamadai. Sebab jalan ini akan digunakan evakuasi warga di wilayah Balerante, Panggang dan Glagaharjo. Kalau semua mengungsi ke bawah jalan terlalu sempit karena semua warga turun akses evakuasi satu," ujarnya.

Sementara Dukuh Kalitengah Lor, Suwondo, menjelaskan jika kerusakan jalur evakuasi disebabkan sering dilintasi oleh truk. Dia meminta agar pemerintah segera memperbaiki jalur yang rusak agar saat evakuasi bisa berjalan lancar.

"Perbaikan jalur evakuasi penting karena sewaktu-waktu jalur tersebut digunakan saat Merapi mengalami erupsi. Yang rusak-rusak kami mohon segera dibenahi," harap dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan jalur evakuasi yang rusak mayoritas berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Pemkab sebenarnya mau untuk memperbaiki jalur evakuasi. Hanya saja karena terbentur aturan BNPB terkait kawasan KRB, perbaikan jalur evakuasi yang rusak tidak bisa dilakukan.

Berdasarkan aturan tersebut, katanya, kawasan KRB III tidak boleh ada pembangunan. "Ini yang selama ini menjadi kendala kami untuk memperbaiki jalan evakuasi yang rusak," katanya.

Untuk mengatasi hal itu, kata Joko, Pemkab Sleman telah membuat SK tentang jalur evakuasi. Dengan SK tersebut, maka jalur evakuasi bisa segera diperbaiki. "Sleman sudah menetapkan jalur evakuasi dengan SK Bupati. Kami berharap dengan penetapan SK Bupati ini Pemkab bisa memperbaiki jalur evakuasi di KRB III," katanya.