Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sebuah SMP negeri di Gunungkidul hanya mendapatkan belasan siswa baru lantaran terganjal sistem zonasi.
Penerapan sistem zonasi, menjadikan penerimaan siswa baru di SMP Negeri 4 Nglipar, Gunungkidul, DIY tidak maksimal. Mereka hanya mendapatkan 12 orang siswa selama pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB).
“Karena sistem zonasi, kita kesulitan mendapatkan siswa baru,” kata Kepala SMP N 4 Nglipar, Tri Haryanto, Senin (13/7/2020).
Kondisi ini, tidak lepas dari jumlah lulusan siswa SD yang tidak sebanding dengan daya tampung SMP. Tahun ini lulusan SD hanya 9.701 siswa, sedangkan daya tampung SMP mencapai 13.213 kursi.
Akibatnya, beberapa sekolah di satu kecamatan yang berdekatan ada yang lebih namun ada yang kekurangan. “Di sini jarak SMP juga berdekatan, dan jumlah lulusan SD juga berkurang,” katanya.
Sekolah ini sebenarnya hanya menargetkan satu kelas dengan jumlah maksimal 32 siswa. Kenyataannya dari proses penerimaan secara online mereka hanya mendapatkan delapan siswa. Sebanyak empat siswa diperoleh secara offline.
Kini dengan jumlah siswa yang minim, sekolah ini akan kesulitan untuk mendapatkan dana operasional sekolah (BOS). Pencairan dana ini mendasarkan pada jumlah siswa yang dimiliki.
Sementara itu, pada hari pertama sekolah hari ini, pihak sekolah mengisi dengan pengenalan lingkungan sekolah. Pihak sekolah lebih menekankan pada nilai tata krama kepada siswa. Para peserta didik masih harus belajar secara online karena masih ada kasus Covid-19.
Salah seorang siswa baru Noviza Salsa mengatakan, dengan penerimaan siswa yang minim dirinya tidak bisa banyak mendapatkan teman baru. Namun hal itu tidak masalah, karena pendidikan nantinya akan lebih efektif.
“Semoga pelajaran nanti bisa lebih mendalam serta lingkungan karena sekolah akan lebih tenang dan tidak gaduh,” kata Noviza.
Di Kabupaten Gunungkidul, setidaknya ada 13 sekolah negeri yang kekurangan siswa. Namun beberapa sekolah tetap kelebihan siswa, karena lokasinya lebih dekat dengan rumah orang tua.
Kondisi di atas bertolak belakang dengan SMP negeri di perkotaan seperti Kota Jogja atau Bantul. Di mana ratusna siswa justru gagal masuk sekolah negeri lantaran daya tampung sudah penuh.
Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Dampak Sistem Zonasi, SMP Negeri 4 Nglipar Cuma Dapat 12 Siswa Baru"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Rangkuman Top 10 News Jogja hari ini: HUT Jogja, SIM scan wajah, BBM aman, wisata, hingga Piala Dunia 2026.
Bus KSPN Jogja 2026 ke pantai selatan mulai Rp12 ribu. Cek jadwal lengkap dari Malioboro ke Parangtritis dan Drini.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 lengkap. Ada layanan malam Simeru di Sleman City Hall, cek lokasi dan syaratnya.
Trans Jogja 2026 kini 100% digital. Cek rute lengkap, tarif murah, dan akses ke titik strategis di seluruh Jogja.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo terbaru 2026 lengkap lokasi dan layanan sore, solusi praktis tanpa antre panjang.