Fisipol UGM Luncurkan Pasar Sambilegi Daring

Pasar Sambilegi - Istimewa
14 Juli 2020 18:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM menggelar diskusi bertajuk Kesiapan Pedagang Pasar Rakyat Menghadapi Era Digital pada Selasa (14/7/2020).  Diskusi itu adalah bagian soft launching situs pasarsambilegi.id.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yang merupakan pemangku kepentingan dan pemerhati pasar rakyat, yaitu Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Rr. Mae Rusmi Suryaningsih, perwakilan dari Paguyuban Pasar Sambilegi Naimatul Wardiah, perwakilan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fisipol UGM Hempri Suyatna, dan juga GKR Mangkubumi selaku Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Wilayah DIY.

Diskusi sekaligus soft launching Pasar Sambilegi daring tersebut diawali dengan sambutan dari Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto.

“Pandemi COVID-19 memaksa kita untuk berubah agar tetap dapat beradaptasi. Sektor yang paling perlu mendapat perhatian dari kita adalah pasar rakyat. Dalam mencari solusi untuk pasar rakyat, tentu perlu menggunakan pendekatan yang tepat, mudah untuk dipahami, dan pendampingan literasi digital yang sesuai. Situs Pasar Sambilegi daring ini merupakan gagasan yang tepat untuk menjadi solusi tersebut,” ujarnya.

Dia mengapresiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fisipol UGM dan Pustek UGM serta Disperindag Kabupaten Sleman yang sudah sangat suportif dalam merealisasikan adanya Pasar Sambilegi daring.

Era pandemi membawa dampak signifikan bagi para pedagang pasar di Kabupaten Sleman, mulai dari sepi pengunjung hingga potensi terpapar virus Covid-19 jika tanpa pengaturan tepat.

Sebagai narasumber pertama, Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Rr. Mae Rusmi Suryaningsih menyampaikan materinya mengenai kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah Sleman dalam membantu pedagang pasar khususnya di era pandemi dan bagaimana mendorong pasar rakyat agar tetap eksis.

“Berdasarkan pertimbangan untuk membuka perekonomian yang lebih luas, maka kami melakukan pengaturan operasional pasar rakyat dan toko swalayan, pembentukan 13 gugus tugas penanganan Covid-19 di pasar, penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, rapid test di 14 pasar, dispensasi pembayaran retribusi, penundaan angsuran pinjaman dana penguatan modal, peningkatan SDM pedagang pasar melalui berbagai upaya pendampingan, hingga melakukan berbagai digitalisasi sebagai inovasi penanganan dan penanggulangan Covid-19” ujarnya.

Perwakilan dari Paguyuban Pasar Sambilegi Naimatul Wardiah membenarkan hal tersebut. Beliau melihat bahwa hambatan yang dihadapi para pedagang pasar, khususnya Pasar Sambilegi, yakni antara lain seperti jumlah pengunjung yang sepi, semakin banyaknya warung dan restoran yang tutup, aktivitas sekolah dan perkantoran yang diberhentikan sementara, hingga menjamurnya toko modern dan kesulitan pasar rakyat untuk bersaing.

Maka dari itu, Paguyuban Pasar Sambilegi sangat menyambut baik adanya situs pasarsambilegi.id yang sangat membantu mereka dalam mempertahankan penjualan dan beradaptasi dengan kondisi terkini. Beliau berharap adanya Pasar Sambilegi daring tersebut juga dapat mendorong kolaborasi antara para aktor penggerak pasar rakyat, yakni pemerintah, universitas, asosiasi, dan tentu saja pedagang pasar.

Selanjutnya, GKR Mangkubumi selaku Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Wilayah DIY memberikan pemaparannya mengenai strategi APPSI dalam menyikapi problematika pasar rakyat.

“Selama ini, anggapan yang sering kali beredar adalah bahwa semakin ramai pasar tersebut, maka semakin baik. Di saat pandemi seperti ini, kita perlu merefleksikan kembali anggapan tersebut untuk disesuaikan dengan aspek kesehatan. Kesehatan bukan hanya sekadar tentang Covid-19, tetapi juga kebersihan dan kerapian infrastruktur pasar tersebut secara keseluruhan,” tuturnya.

GKR Mangkubumi dan segenap tim APPSI lainnya sejak awal memang sudah menaruh perhatian terhadap kebersihan pasar. Beliau berkata, “Kebersihan pasar juga dimulai dari kebersihan diri penjualnya. Masalah kesehatan dan kebersihan ini perlu menjadi perhatian kita bersama, baik dari pemerintah, universitas, hingga pedagang pasar. Mari kita perjuangkan pasar-pasar di DIY agar dapat menjadi pasar yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).”

Lalu, seperti apa sebenarnya kebijakan yang ideal dalam membantu pedagang pasar agar siap dalam menghadapi masa pandemi? Perwakilan dari tim Pengabdian kepada Masyarakat Fisipol UGM Hempri Suyatna memaparkan setidaknya terdapat 5 peluang pengembangan di pasar rakyat, yakni lebih masifnya edukasi dan penerapan protokol kesehatan, kedisiplinan penerapan physical distancing, digitalisasi model belanja, edukasi dan pendampingan literasi digital para pedagang, edukasi konsumen, dan fasilitasi sarana dan prasarana.

“Perpaduan antara sumber daya manusia yang terliterasi teknologi, kelembagaan yang kuat, dan kolaborasi sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan akan mewujudkan belanja online yang berkeadilan. Kami berharap dengan diluncurkannya pasarsambilegi.id ini mampu membantu para pedagang Pasar Sambilegi untuk dapat beradaptasi di masa pandemi, bahkan mendapatkan peningkatan penjualan. Sesuai dengan tagline-nya Belanja Aman Pasti Nyaman, kami juga melakukan berbagai upaya pendampingan agar kualitas pelayanan dapat tetap terjaga hingga barang sampai ke tangan pelanggan secara aman” tutupnya. (*)