Siap-Siap, DIY Berpotensi Kekeringan Meteorologis Kategori Siaga, Ini Dampaknya

Ilustrasi. - Freepik
15 Juli 2020 19:57 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis perkiraan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu wilayah yang terdampak adalah DIY.

Melalui sebuah thread di twitter resmi BMKG yakni @Humas_BMKG, disebutkan bahwa berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga dua dasarian ke depan dengan status waspada hingga awas.

Baca juga: Polisi di Jogja Jadi Viral Setelah Gunakan Selang Bantu Pemotor yang Kehabisan BBM, Ini Videonya

Dari hasil monitoring tersebut, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori waspada yakni Bali (Denpasar), Jabar (Cianjur, Cirebon), Jateng (Demak, Karanganyar), Jatim (Blitar, Gresik, Jember, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek), Maluku (Maluku Barat Daya, Kep. Tanimbar), NTB (Lombok Barat, Lombok Utara, NTT (Alor, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Timor Tengah Utara).

Sementara wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Siaga adalah Bali (Buleleng), DIY (Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, Sleman), Jateng (Jepara, Klaten, Purworejo, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri), Jatim (Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo).

Baca juga: Pengguna Narkoba di DIY Terbanyak Kelima di Indonesia

NTB (Dompu, Bima, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat) serta NTT (Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka,Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan).

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Awas adalah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang.

BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang wilayah berada dalam daftar tersebut mengantisipasi dampak kekeringan ini terhadap sektor pertanian, yaitu berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian.

Di samping itu, pada sektor lingkungan, yaitu meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan dan berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga.