Atlet Voli Muda Gunungkidul Masuk Skuad Timnas U18 AVC 2026
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
Kondisi Sungai Besole yang tercemar limbah tahu seperti terlihat Kamis (28/2/2019)./Harian Jogja-Dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pencemaran limbah di Kali Pancuran di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, menimbulkan polemik. Muncul saling tuduh antarwarga berkaitan dengan pemicu pencemaran sungai tersebut.
Ketua Program Kali Bersih (Prokasih) Siraman, Sukardi, mengatakan pencemaran di Kali Pancuran sudah berlangsung lama. Ia menduga pencemaran dipicu aktivitas pabrik tahu dan tempe yang membuang sisa hasil produksi secara sembarangan.
Pencemaran tersebut berdampak terhadap ekosistem sungai. Air sungai keruh dan berbau menyengat. Kondisi ini berdampak terhadap habitat ikan di sungai. “Sudah delapan tahun masalah limbah tak terselesaikan. Dulu banyak ikan di sungai, tetapi sekarang sudah jarang,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).
Menurut dia, menyelesaikan masalah pencemaran sudah dilakukan. Tetapi hingga sekarang belum ada solusi. “Musyawarah tidak hanya melibatkan warga Besari, Kalurahan Siraman, tetapi juga warga di Dusun Sumbermulyo, Kalurahan Kepek,” katanya.
Koordinasi kedua dusun dilakukan karena di dua wilayah itu ada industri tahu dan tempe. Hanya, menurut Sukardi, usaha yang dijalankan warganya sudah menaati aturan dengan membuat instalasi pengolahan air limbah [IPAL] sehingga tidak dibuang ke sungai. “Yang di hulu [usaha pabrik di Dusun Sumbermulyo] masih membuang ke sungai sehingga airnya tercemar. Ini harus diselesaikan sehingga pencemaran sungai bisa dihilangkan,” katanya.
Pernyataan berbeda diungkapkan oleh Kepala Dusun Sumbermulyo, Dhoris Setiawan. Menurut dia, di wilayahnya ada usaha pabrik tahu dan tempe, tetapi pengusaha sudah tertib membuang limbang ke saluran IPAL yang dimiliki. “Limbahnya sudah dikelola di IPAL. Kalau pun air ada yang dialirkan ke sungai itu sudah melalui proses pengolahan dan dinyatakan aman oleh pihak terkait,” katanya.
Menurut dia, pengecekan IPAL juga dilakukan secara berkala sehingga keberadaannya dapat berfungsi dengan normal. “Untuk mencari sumber pencemaran lebih baik ditelusuri bersama di Kali Pancuran hingga wilayah di dekat Pasar Wonosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
KPK menyatakan laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni selesai pada aspek pencegahan, namun dugaan suap masih didalami dalam penyidikan.
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Pertamina mencatat konsumsi Pertalite dan Biosolar naik setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, sementara penjualan Pertamax Series turun 18%.
Menhut Raja Juli Antoni mendorong perdagangan karbon sebagai sumber investasi swasta untuk penanaman dan restorasi hutan.
Sebanyak 60 siswa asal Temanggung akan mengikuti Sekolah Rakyat di Wonosobo karena gedung permanen di Temanggung belum selesai dibangun.