Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Kondisi Sungai Besole yang tercemar limbah tahu seperti terlihat Kamis (28/2/2019)./Harian Jogja-Dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pencemaran limbah di Kali Pancuran di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, menimbulkan polemik. Muncul saling tuduh antarwarga berkaitan dengan pemicu pencemaran sungai tersebut.
Ketua Program Kali Bersih (Prokasih) Siraman, Sukardi, mengatakan pencemaran di Kali Pancuran sudah berlangsung lama. Ia menduga pencemaran dipicu aktivitas pabrik tahu dan tempe yang membuang sisa hasil produksi secara sembarangan.
Pencemaran tersebut berdampak terhadap ekosistem sungai. Air sungai keruh dan berbau menyengat. Kondisi ini berdampak terhadap habitat ikan di sungai. “Sudah delapan tahun masalah limbah tak terselesaikan. Dulu banyak ikan di sungai, tetapi sekarang sudah jarang,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).
Menurut dia, menyelesaikan masalah pencemaran sudah dilakukan. Tetapi hingga sekarang belum ada solusi. “Musyawarah tidak hanya melibatkan warga Besari, Kalurahan Siraman, tetapi juga warga di Dusun Sumbermulyo, Kalurahan Kepek,” katanya.
Koordinasi kedua dusun dilakukan karena di dua wilayah itu ada industri tahu dan tempe. Hanya, menurut Sukardi, usaha yang dijalankan warganya sudah menaati aturan dengan membuat instalasi pengolahan air limbah [IPAL] sehingga tidak dibuang ke sungai. “Yang di hulu [usaha pabrik di Dusun Sumbermulyo] masih membuang ke sungai sehingga airnya tercemar. Ini harus diselesaikan sehingga pencemaran sungai bisa dihilangkan,” katanya.
Pernyataan berbeda diungkapkan oleh Kepala Dusun Sumbermulyo, Dhoris Setiawan. Menurut dia, di wilayahnya ada usaha pabrik tahu dan tempe, tetapi pengusaha sudah tertib membuang limbang ke saluran IPAL yang dimiliki. “Limbahnya sudah dikelola di IPAL. Kalau pun air ada yang dialirkan ke sungai itu sudah melalui proses pengolahan dan dinyatakan aman oleh pihak terkait,” katanya.
Menurut dia, pengecekan IPAL juga dilakukan secara berkala sehingga keberadaannya dapat berfungsi dengan normal. “Untuk mencari sumber pencemaran lebih baik ditelusuri bersama di Kali Pancuran hingga wilayah di dekat Pasar Wonosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Pemkab Bantul menyiapkan Rp2,4 miliar untuk membangun sekitar 16 sumur bor di wilayah rawan kekeringan melalui APBD Perubahan 2026.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Telat ganti oli mobil bisa memicu kerusakan mesin, performa turun, overheating, BBM boros, hingga biaya perbaikan membengkak
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan