Rapid Test Massal Akan Kembali Digelar di 44 Pasar di Bantul

Petugas medis mengambil sampel darah para pedagang dalam tes cepat Covid-19 di Pasar Bantul, Bantul, Rabu (24/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 Juli 2020 14:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul bakal menggelar tes cepat massal kedua untuk pedagang 44 pasar di Bantul sepekan ke depan. Pada tes cepat massal pertama, dari total 8.582 pedagang yang disasar, hanya 7.441 pedagang ambil bagian.

“Karena tes cepat massal harus dilakukan dua kali. Utamanya untuk yang negatif. Karena ada false negatif. Oleh karena itu, kami tetap menggelar tes ini,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo, di Pendopo Parasamya, Pemkab Bantul, Kamis (16/7/2020).

Menurut dia, pelaksanaan tes cepat massal yang digelar dua kali sudah sesuai dengan aturan yang ada. Sesudah pelaksanaan tes cepat pertama, jarak sepekan hingga 10 hari harus dilakukan lagi tes cepat, untuk memastikan seseorang tidak terpapar Covid-19.

“Ini semua juga sudah terjadwal. Beberapa pasar sudah melaksanakannya,” terang Agus.

Agus menilai keberadaan 96 pedagang reaktif saat dilakukan tes cepat massal pertama adalah pertanda baik. Sebab, dengan banyaknya pedagang reaktif dan beberapa di antaranya akhirnya dinyatakan positif usai uji usap, pengendalian Covid-19 bisa dideteksi

“Kami tidak mau nantinya menjadi bom waktu,” ungkap Agus.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan 44 pasar yang dites tidak sepenuhnya dikelola oleh jawatannya. Ada beberapa pasar desa yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKPMD) Bantul.

Disdag akan langsung menutup dan menyemprotkan disinfektan serta sterilisasi ke seluruh wilayah pasar, apabila ada pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 seusai dilakukan uji usap.

Sejauh ini telah ada tiga pasar, yakni Pasar Sungapan, Sedayu dan Sorobayan, yang berada di bawah Disdag Bantul ditutup beberapa waktu lalu karena ada pedagang yang positif Covid-19. Hal sama juga dilakukan untuk Pasar Bantengan yang pengelolaan ada di bawah DPPKPMD.

Sukrisna juga telah meminta kepada lurah pasar untuk mengimbau ke pedagang agar ambil bagian dalam tes cepat serta menerapkan protokol kesehatan di pasar.

“Seandainya ada [pedagang] maupun pembeli yang tidak memakai masker, kami suruh pulang. Pembeli yang masuk tetap wajib pakai masker kemudian cuci tangan baik sebelum dia beli maupun setelah dia membeli atau keluar dari pasar, itu hukumnya wajib, tidak ada tawar menawar lagi,” katanya.