Di Luar Prediksi, Penjualan Hewan Kurban di Sleman Naik Jelang Iduladha

Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu, Kapanewon Pengasih, Selasa (14/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Juli 2020 11:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Meski sebelumnya penjualan sapi maupun kambing di Kabupaten Sleman diprediksi menurun, namun perkiraan tersebut cenderung meleset mendekati Iduladha 2020.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan transaksi jual beli hewan ternak di Sleman jelang Iduladha 2020 mengalami peningkatan di tengah pandemi. Harga hewan ternak itu juga meningkat dari sebelumnya.

Data yang dihimpunnya menunjukkan adanya peningkatan jumlah hewan kurban yang masuk ke pasar sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, jumlah hewan yang terjual juga mengalami peningkatan sebesar 15%.

"Jumlah ternak yang masuk di Pasar Hewan Gamping saat ini ada 250 sampai 300 sapi, yang terjual 200 sapi. Ya, minimal [penjualan] sama dengan tahun lalu. Kalaupun turun, ya paling sedikit. Melihat geliat di pasar hewan ya, kalau misalnya masyarakat beli di luar pasar hewan saya nggak tahu," kata Heru pada Kamis (16/7/2020).

Harga hewan ternak juga dikatakannya mengalami peningkatan. Saat ini, harga sapi di pasaran berkisar antara Rp18,5 juta sampai Rp23,5 juta setiap ekor. Sementara, harga kambing kisaran Rp2 juta hingga Rp3,5 juta perekor.

"Sapi naik Rp1 juta hingga Rp2 juta. Kalau kambing naik Rp300 ribu sampai Rp500 ribu," ujarnya.

Ia optimistis penjualan hewan kurban semakin meningkat menjelang Iduladha 2020 yang diperkirakan jatuh pada akhir bulan Juli 2020. "Minimal [meningkat] di Pasar Hewan Gamping [Ambarketawang]," imbuh Heru.

Bupati Sleman, Sri Purnomo juga menuturkan di tengah pandemi Covid-19 ini rupanya perekonomian dan perdagangan hewan kurban menjelang Iduladha semakin ramai sehingga harga hewan kurban ikut naik. "Ada indikasi pembeli bergairah untuk persiapan kurban," kata dia.

Pihaknya juga terus meminta petugas pasar hewan untuk mengetatkan protokol pencegahan Covid-19 di setiap pasar hewan di Sleman, terutama di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping sebagai pasar hewan terbesar di DIY. "Saya ingatkan kepada kepala UPT-nya untuk menyuruh pedagang pakai masker. Jangan sampai timbul klaster baru dari pasar hewan," ujarnya.