Jadi Cabup di Pilkada Tahun Ini, Istri Bupati Sleman Bantah Bangun Dinasti Politik

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
17 Juli 2020 19:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Calon bupati Sleman pada Pilkada 2020 yang diusung PDIP telah diumumkan.

Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa secara resmi ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati dari PDI Perjuangan untuk menghadapi Pilkada Sleman 2020.

Baru saja resmi dicalonkan, istri petahana Bupati Sleman Sri Purnomo tersebut langsung menunjukkan kepercayan dirinya bisa memenangkan Pilkada Sleman 2020.

Ia mengaku optimistis menang karena merasa didukung oleh partai besar yang memiliki 15 kursi di parlemen. Hanya saja ia terus menegaskan, tak menutup diri dari dukungan partai-partai lain.

Tak lupa, Kustini berencana menggenjot silaturahim dan merangkul semua lini serta organisasi masyarakat dan para tokoh. Baik dari ormas, gereja, maupun pelaku budaya.

Karena kalau tidak didukung dari berbeda lini, Kustini dan tim merasa persaingan akan terasa berat.

"Berani maju, harus menang. Maju, Optimis hati kita menang, insya Allah menang. Kita tidak usah [berpikir] tidak menang, [yakin] menang gitu," kata dia, Jumat (17/7/2020).

Lebih jauh, ia membantah anggapan bahwa dengan majunya di Pilkada Sleman ini sebagai upaya untuk memperkuat dinasti politiknya.

Kustini mengatakan, dinasti berlaku dalam sebuah kerajaan. Sedangkan Pilkada merupakan agenda demokrasi. Menurut dia, dalam demokrasi siapapun berhak untuk maju, memilih dan dipilih. Begitu juga untuk maju dan diajukan.

"Ini bukan kerajaan lho. Kalau dinasti, suami raja, saya ratu. Ini bukan, Sleman itu cerdas, mau melihat nanti. SDM Sleman tinggi sekali," tutur dia.

Kala ditanya langkah selanjutnya yang akan diambil, dalam pandangannya, saat ini memang semua harus bergerak berjuang. Baik dari partai dan berbagai macam ormas yang mendukung dirinya.

"Kader maupun partisipan yang suka sama saya, nanti bergerak bareng untuk memenangkan Pilkada Sleman," ucapnya.

Pihaknya juga terbuka sekali dengan koalisi bersama partai apapun. Mengingat, PDI P tidak menutup diri pula dengan partai lain.

"Kalau ada partai lain yang mau bersatu ya kita menyatu. Terbuka dengan siapapun. Semua partai baik," ucapnya.

Disinggung soal dukungan dari gerbong simpatisan sang suami, Kustini masih belum meyakini bisa atau tidaknya meraup dukungan dari pihak yang sama.


"Bisa iya bisa tidak. Masih menunggu hasilnya nanti. Tapi PDI P membuka diri partai mana saja untuk [mendukung] saya maju Sleman 1," kata Kustini lagi.

Kustini juga masih belum berkomentar lebih jauh atas kemungkinan berkompetisi bersama dua paslon lainnya.

"Saya gak tahu itu nanti lihat jadinya aja. Dua atau tiga [paslon] kita gak tahu. Politik itu kan dinamis, kita ke mana ke mana gak tahu. Yang penting kita bismillah maju," kata dia.

Sementara itu, kala dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Danang menyatakan rasa syukurnya telah mendapat amanah dari partai untuk maju ke tengah kancah Pilkada bersama Sri Kustini Sri Purnomo

"Selanjutnya karena ini merupakan amanah dan tugas partai, maka saya selaku orang partai harus siap dan berupaya semaksimal mungkin menang di Pilkada 2020 Sleman," kata dia, Jumat (17/7/2020).

Ditanya perihal kesiapannya setelah ditunjuk untuk maju di Pilkada Sleman 2020, ia mengatakan telah turun, berkenalan dan menyapa ke masyarakat sejak lama. Sehingga langkah ini hanya perlu dilanjutkan oleh keduanya.


"Notabene sebagai anggota dewan, saya juga sudah mempunyai pendukung di grassroot minimal, walaupun hanya satu dapil. Dan sekarang saya diminta mengampu seluruh Sleman, ya saya harus melebarkan sayap," tuturnya.

Ia menambahkan, tak terlalu banyak perbedaan nantinya atas apa yang ia lakukan sebagai anggota dewan dan Wakil Bupati Sleman kelak. Karena secara umum, program yang ia usung sama, yaitu konsep, program dan semangat yang dibawa adalah untuk masyarakat.

"Tapi lebih ke kebijakan dan realisasi, lebih teknis ke masyarakat. Kalau kemarin waktu di dewan kan hanya peraturan," ucapnya.

Program untuk memajukan Sleman tentunya fokus pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat, imbuh dia. Misalnya, saat pandemi begini tentu berpikir dan meramu program bagaimana memulihkan ekonomi rakyat.

Kemudian, melanjutkan program dari bupati Sleman saat ini Sri Purnomo, salah satunya Sleman Cerdas. Dalam arti, Kabupaten Sleman bisa merespon kondisi saat ini yang serba elektronik dan serba modern.

"Yang terpenting sekarang, seperti apa yang disampaikan oleh DPP, partai harus kompak satu tujuan. Dan bu Kustini sendiri memiliki gugus tugas sendiri," ungkapnya, kala ditanya perihal membangun kekompakan bersama Kustini.

Menghadapi pertarungan Pilkada 2020 Sleman, Danang menyatakan, telah siap pula menjalani pergantian antar waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Sleman

Sumber : Suara.com