BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 15-18 Oktober
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, BANTUL - Wisatawan bernama Dwi Kurnia, 33 warga Padukuhan Kalidadap RT 08 Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul harus meregang nyawa karena tubuhnya terhantam perahu yang ditambatkan di Pantai Depok, Sabtu (18/7/2020 pagi.
Kapolsek Kretek, AKP S Parmin ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa yang mengakibatkan nyawa korban melayang terjadi Sabtu (18/7/2020) sekitar pukul 05.15 WIB. Peristiwa tersebut bermula ketika korban datang bersama Heri Siswanta, 35, dan kakak kandungnya Eka Pardiyana, 34, ke pantai Depok untuk menghirup udara pagi di pantai.
Ketiganya langsung bermain di tepi pantai dekat puluhan perahu milik nelayan Pantai Depok ditambatkan. Sekitar pukul 07.10 WIB, tiba-tiba ombak besar datang dan menghempaskan perahu-perahu yang ditambatkan di sepanjang pantai Depok. Korban yang tengah bermain di dekat perahu tidak menyadari datangnya ombak besar.
"Korban terhantam badan perahu. Sehingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya," tuturnya, Sabtu (18/7/2020) ketika dikonfirmasi ke nomor pribadinya.
Ia menjelaskan, ombak besar datang menabrak perahu dengan nama lambung Bukti Nyata milik Sikirjo warga Pantai Depok Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Bantul dengan keras. Sesaat setelah ombak besar, sang suami bersama dengan kakaknya melihat korban tergeletak di dekat perahu.
Seketika itu juga keduanya berusaha memberikan pertolongan terhadap korban. Korban yang masih bernafas terlihat batuk-batuk dan muntah darah kemudian pingsan. Selanjutnya korban dibawa ke Klinik Darma Husada yang berada di Padikuhan Duwuran Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Bantul.
"Jarak klinik dengan lokasi korban sekitar 2 kilometer dan sampai di Klinik dinyatakan sudah meninggal,"ungkapnya.
S Parmin mengungkapkan, sejumlah luka ditemukan di tubuh korban di antaranya seperti di muka, dada dan perut akibat terhantam perahu yang terkena ombak tersebut. Sejumlah luka itulah yang mengakibatkan korban muntah darah dan meninggal dunia.
Menurut S Parmin, kemungkinan besar peristiwa tersebut terjadi karena perahu berubah arah ketika terkena ombak besar.
Kemungkinan besar korban yang berdiri di samping ujung perahu terkena perahu yang terhempas ombak dari arah laut. Korban tidak bisa menghindar karena peristiwa tersebut terjadi sangat cepat dan tiba-tiba.
"Keluarga menerima atas kejadian tersebut , selanjutnya korban dibawa ke rumah duka dengan mobil ambulans Tim SAR,"tambahnya.
S Parmin menyampaikan, merujuk pada Informasi BMKG, ketinggian gelombang akan menunjukkan peningkatan pada malam ini. Ketinggian gelombang laut diperkirakan akan mencapai sekitar 5 meter. Puncak ketinggian gelombang laut selatan diperkirakan akan terjadi pada Sabtu (18/07/2020) mendatang.
"Pada saat itu, diprediksi ketinggian gelombang bisa mencapai enam meter," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 16 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.