Pasar Berkah Canthel Penggerak Ekonomi Cokrodiningratan

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi turut menggantungkan paket sayur canthel di Pasar Berkah Canthel, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis pada Sabtu (19/7/2020).-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
19 Juli 2020 23:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gerakan sosial antar masyarakat di Kota Jogja seolah tak ada henti. Memasuki bulan ke lima di tengah pandemi Covid-19, salah satu gerakan sosial Pasar Berkah Canthel di RW 4, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis terus berlanjut.

Ketua Panitia Pasar Berkah Canthel, Sri Sulastri mengatakan bahwa kegiatan Pasar Berkah Canthel ini dilakukan setiap seminggu kali. Warga dengan perekonomian yang lebih mampu akan menggantungkan atau nyanthelke sayuran dan bahan dapur di depan Balai Kelurahan Cokrodiningratan. "Kegiatan Pasar Berkah Canthel dilaksanakan setiap Sabtu pagi," terangnya pada Minggu (19/7/2020).

Diakui Sri, kegiatan canthelan sayur memang sudah dilakukan diberbagai wilayah lain di Kota Jogja. "Tetapi pada kegiatan ini, kami ingin tidak sekedar warga bersimpati dan empati kepada warga lain yang memerlukan bantuan Covid-19, namun kami juga ingin menghidupkan dan menggerakkan ekonomi warga di Kampung Cokrodiningratan," jelasnya.

Pergerakan roda ekonomi tersebut dilakukan dengan menghadirkan sebuah pasar kecil yang memuat berbagai produk warga di Balai Kelurahan Cokrodiningratan. Kegiatan jual beli ini yang nantinya jadi penggerak ekonomi masyarakat yang bahkan terhubung dengan pasar online Kelurahan Cokrodiningratan. "Pasar di sini kami berita nama berkah yang merupakan sedekah, di mana penjual memberikan harga yang sangat kurang untuk disisihkan, untuk peduli kepada tetangga yang membutuhkan," ujar Sri.

"Sehingga dari sekidit atau sebagain kecil tadi, kemudian akan diberikan kepada warga melalui paket canthelan," ujar Sri. Selain secara sukarela diberikan oleh warga untuk warga, canthelan diberikan oleh para pedagang yang menyisihkan keuntungannya di Pasar Berkah Canthel untuk canthelan sayur. "Dengan konsep, bathi sithik berkahi liyane, ora bakal lokak ning malah kebak," imbuhnya.

Sri berharap kegiatan Pasar Berkah Canthel mampu bertahan kedepannya tidak hanya dalam masa pandemi Covid-19. "Sehingga pasar berkah di Cokrodiningratan ini, canthelannya hilang berganti dengan yang lain," pungkasnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi yang hadir di Pasar Berkah Canthel mengatakan gerakan canthelan sayur telah banyak dilakukan masyarakat Jogjakarta dari ujung ke ujung. Kegiatan tersebut selaras dengan program Ngeluwehi lan Bagehi milik Pemkot Jogja. "Artinya ini bukan gerakan insidental dari warga Jogjakarta, tapi menjadi gerakan seluruh masyarakat Jogjakarta di tengah pandemi Covid-19 ini memberikan ketersediaan pangan bagi tetangganya," jelasnya.

Heroe menambahkan kondisi yang belum pulih, otomatis membuat pendapatan masyarakat belum pulih. Menurut gerakan semacam ini tidak akan cepat selesai atau berhenti. "Saya kira ini [gerakan sosial] tidak banyak dimiliki warga di luar Jogjakarta, ini dilakukan diserentak di masyarakat, saat ini ada banyak sekali gerakan sosial di Jogja dengan bentuk yang bermacam-macam, intinya membantu masyarakat terutama tetangga sekitarnya," tukasnya.