Hadirkan Ustaz Wijayanto dan Eross Candra, SMA Muhammadiyah 1 Jogja Gelar Fortasi Daring

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Fitri Sari Sukmawati (kanan) saat memberikan sambutan pada kegiatan Ismuba yang dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada Senin (20/7/2020). - Harian Jogja/(Hafit Yudi Suprobo)
20 Juli 2020 23:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dalam rangka menyambut peserta didik baru tahun 2020/2021, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggelar sejumlah kegiatan pengenalan lingkungan maupun budaya sekolah secara daring di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan tersebut masuk dalam satu kerangka kegiatan bertajuk Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi).

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Fitri Sari Sukmawati mengatakan jika kegiatan Fortasi terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan pengenalan peserta didik baru SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta periode 2020/2021 sebanyak 413 siswa.

"Kegiatan tersebut kami lakukan secara daring menggunakan live streaming YouTube akun resmi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan google meeting. Upaya tersebut guna mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19," ujar Fitri saat ditemui di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Senin (20/7/2020).

Dalam menarik atensi peserta didik baru untuk mengikuti kegiatan tersebut, pihaknya mengundang sejumlah narasumber tenar. Materi juga dibuat semenarik mungkin agar peserta didik baru tertarik mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah.

"Kalau kegiatan secara online itu harus mempunyai daya tarik. Kami mendatangkan ustaz Wijayanto untuk memberikan materi dalam hal menjadi pelajar yang diharapkan Muhammadiyah dan Islam, kami juga mengundang Eross Candra, dan motivasi nasional Dwiyono Arianto," sambung Fitri.

Harapannya, Fortasi yang dilakukan secara daring tersebut mampu mengimplementasikan materi yang disampaikan oleh SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam masa pengenalan lingkungan sekolah. Walaupun tahun ini Fortasi dilakukan secara daring.

"Mereka [peserta didik baru] yang mampu mempunyai sifat dan sikap yang kami harapkan sebagai kader Muhammadiyah dan pemimpin bangsa dengan prinsip-prinsip yang diajarkan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta," tutupnya.

Sementara itu, Waka Humas SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tri Hari Nurdi mengatakan jika Fortasi sendiri dimulai sejak tanggal 13 sampai dengan 17 Juli. Sedangkan, pembekalan Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) dilakukan sejak Senin (20/7/2020) hingga Selasa (21/7/2020).

"Semua dilakukan secara online melalui media live streaming YouTube. Jadwalnya sudah kami berikan. Materinya kami sediakan per kelas. Kami menggunakan Google Classroom. Ismuba merupakan ciri materi pendidikan Muhammadiyah, kalau negeri kan mungkin sudah selesai, kalau kami tambahkan dua hari untuk Ismuba," terangnya.

Tri menambahkan, jika kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 ini akan dimulai pada Rabu (22/7/2020). Media yang akan digunakan adalah google classroom. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Kami juga sudah mempunyai learning management system [LMS] sendiri. Insyaallah peserta didik baru tidak kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Pertemuan muka tetap dilakukan walaupun secara daring. Dari orang tua juga mengharapkan agar tatap muka tetap dilakukan walaupun secara daring, jadi siswa tidak hanya diberikan tugas," tutupnya.