Ingin Beraktivitas Kembali di Masa Pandemi, Pelaku Seni dan Hiburan di Kulonprogo Geruduk Kantor Wabup

Audiensi antara perwakilan pelaku seni dan hiburan Kulonprogo dengan Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana di Ruang Wabup, Senin (20/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
20 Juli 2020 18:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pekerja seni dan hiburan di Kulonprogo meminta pemkab membuat regulasi yang membolehkan mereka menggelar kegiatan pentas atau sejenisnya di masa pandemi Covid-19.

Permintaan itu disampaikan Aliansi Pekerja Seni Kulonprogo bersama Kelompok Event Organizer dan Wedding Organizer Kulonprogo, Pekerja Sound Komersil Kulonprogo dan Paguyuban MC, dalam sebuah audiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo, Fajar Gegana, di Ruang Wabup, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Senin (20/7/2020) siang.

Koordinator Aliansi Pekerja Seni Kulonprogo, Anom Sucondro berharap pemkab bisa membuat aturan yang membolehkan pentas seni atau sejenisnya bisa digelar di masa pandemi. Sebab, sejak Maret 2020 para pekerja seni dan hiburan di Kulonprogo tidak punya penghasilan karena seluruh kegiatan yang biasanya memakai jasa mereka telah dibatalkan.

"Sejak Maret, jasa event dan sebagainya batal semua. Di satu sisi kami menyadari bahwa kami tidak mungkin minta bantuan materi ke pemerintah. Jadi kami di sini minta ruang gerak. Kami minta aturan yang memungkinkan kami bisa menggelar kegiatan seni dan hiburan, hanya itu saja," ujar Anom.

Wabup Kulonprogo mengatakan standar operasional prosedur tentang penyelenggaraan pentas seni dan hiburan di masa pandemi saat ini masih dalam proses pembuatan oleh Dinas Kebudayaan Kulonprogo. SOP itu kata dia masih terus dikaji dan nantinya akan disahkan menjadi peraturan bupati sebagai pedoman pelaksanaan di masa new normal.

Karena aturan belum jadi, pemkab belum bisa mengabulkan permintaan pelaku seni dan hiburan mengenai pelonggaran regulasi. Sebab penyelenggaraan pentas seni secara langsung maupun hajatan yang melibatkan EO maupun WO berkala berakala besar yang menghadirkan kerumunan berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.

"Intinya kami belum membolehkan karena ini berkaitan dengan kesehatan, apalagi sekarang masih ada penambahan kasus Covid-19 di Kulonprogo," ujar Fajar.

Kepada pekerja seni dan hiburan, Fajar mengajurkan mereka memanfaatkan  teknologi yang ada. Pentas seni bisa digelar secara virtual. Cara ini juga bisa diterapkan pada penyelenggaraan hajatan seperti nikah virtual yang sudah bermunculan sejak adanya pandemi corona. 

"Kita harusnya bisa menyesuaikan kondisi di tengah pandemi yang banyak batasan sehingga memungkinkan menggelar kegiatan yang berpotensi terjadi kerumunan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi," ucapnya.