Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Penyerahan tambahan sarana dan prasarana dari Dalduk KB)Kota Jogja dan BKKBN Perwakilan DIY kepada Rumah Data Kampung KB RW 08, Rejowinangun, Selasa (21/7/2020)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data dan informasi khususnya terkait kependudukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota Jogja bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY, membangun Rumah Data Kependudukan di sejumlah wilayah, salah satunya di Kampung Keluarga Berencana (KB) RW 08, Rejowinangun, Kotagede.
Rumah Data Kampung KB RW 08 Rejowinangun ini sudah terbentuk sejak 2018 lalu. Rumah Data ini kian dioptimalkan dengan penambahan sarana dan prasarana pada Selasa (21/7/2020) lalu. Sejumlah sarana yang diberikan diantaranya komputer, printer, modem, papan nama, display data, rak buku, leaflet, Bina Keluarga Balita (BLB) kit serta Bina Keluarga Lansia (BKL) kit.
Ketua Rumah Data RW 08 Kampung Rejowinangun, Suparti, menuturkan sejak dibentuk 2018 lalu, Rumah Data bukan hanya sekadar mencatat semua data dari masyarakat, namun rumah data bisa sebagai ajang memperkenalkan Kampung KB dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi kependudukan.
“Rumah Data ini dikerjakan oleh swadaya masyarakat kampung Rejowinangun, kita mengajak tokoh masyarakat, remaja dan anak-anak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Rumah Data. Setiap tiga bulan sekali diadakan pertemuan untuk mengupdate data," ujarnya, Selasa (21/7/2020).
Baca Juga: Taman Robin di Jogja, Inovasi Penyiraman Jarak Jauh dengan Sistem Robot
Beberapa data yang disediakan dan selalu diperbarui di Rumah Data diantaranya kelahiran, golongan darah, menggunakan KB apa, agama, tingkat pendidikan, ringkat pengangguran. Jika terdapat data yang belum lengkap, pohaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan.
Dengan adanya Rumah Data ini kata dia, dapat membantu warga untuk berbagi informasi mengenai kependudukan. “Harapannya, walaupun tidak ada sarana yang diberikan, kita tetap jalan. Sekarang diberikan sarana kita sangat berterimakasih dan bersemangat memberikan pelayanan yang baik. Mudah-mudahan rumah data ini lebih eksis dan lebih baik lagi dari pada yang kemarin,” katanya.
Masalah Kependudukan
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, menjelaskan Rumah Data merupakan rumah yang difungsikan sebagai pusat data sekaligus menangani permasalahan kependudukan, dimana sistem pemanfaatannya menggunakan data kependudukan.
Baca Juga: Empat Pasien Baru Covid-19 di Kota Jogja Berasal dari 4 Kecamatan Ini
“Dengan adanya Rumah Data ini dapat mengatasi permasalahan yang ada. Diharapkan Rumah Data dapat bertransformasi, minimal memenuhi empat pencapaian yaitu pencapaian Dasar, Berkembang, Mandiri, Paripurna. Untuk warga Rejowinangun ini bisa dibilang hampir mencapai paripurna,” ungkapnya.
Dengan adanya fasilitas tambahan ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk mencatat semua data kependudukan yang bersumber dari masyarakat. “Semoga kedepannya, banyak inovasi yang bisa di laksanakan walaupun sampai saat ini masih dalam pandemic covid-19,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.