Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Penyerahan tambahan sarana dan prasarana dari Dalduk KB)Kota Jogja dan BKKBN Perwakilan DIY kepada Rumah Data Kampung KB RW 08, Rejowinangun, Selasa (21/7/2020)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data dan informasi khususnya terkait kependudukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota Jogja bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY, membangun Rumah Data Kependudukan di sejumlah wilayah, salah satunya di Kampung Keluarga Berencana (KB) RW 08, Rejowinangun, Kotagede.
Rumah Data Kampung KB RW 08 Rejowinangun ini sudah terbentuk sejak 2018 lalu. Rumah Data ini kian dioptimalkan dengan penambahan sarana dan prasarana pada Selasa (21/7/2020) lalu. Sejumlah sarana yang diberikan diantaranya komputer, printer, modem, papan nama, display data, rak buku, leaflet, Bina Keluarga Balita (BLB) kit serta Bina Keluarga Lansia (BKL) kit.
Ketua Rumah Data RW 08 Kampung Rejowinangun, Suparti, menuturkan sejak dibentuk 2018 lalu, Rumah Data bukan hanya sekadar mencatat semua data dari masyarakat, namun rumah data bisa sebagai ajang memperkenalkan Kampung KB dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi kependudukan.
“Rumah Data ini dikerjakan oleh swadaya masyarakat kampung Rejowinangun, kita mengajak tokoh masyarakat, remaja dan anak-anak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Rumah Data. Setiap tiga bulan sekali diadakan pertemuan untuk mengupdate data," ujarnya, Selasa (21/7/2020).
Baca Juga: Taman Robin di Jogja, Inovasi Penyiraman Jarak Jauh dengan Sistem Robot
Beberapa data yang disediakan dan selalu diperbarui di Rumah Data diantaranya kelahiran, golongan darah, menggunakan KB apa, agama, tingkat pendidikan, ringkat pengangguran. Jika terdapat data yang belum lengkap, pohaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan.
Dengan adanya Rumah Data ini kata dia, dapat membantu warga untuk berbagi informasi mengenai kependudukan. “Harapannya, walaupun tidak ada sarana yang diberikan, kita tetap jalan. Sekarang diberikan sarana kita sangat berterimakasih dan bersemangat memberikan pelayanan yang baik. Mudah-mudahan rumah data ini lebih eksis dan lebih baik lagi dari pada yang kemarin,” katanya.
Masalah Kependudukan
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, menjelaskan Rumah Data merupakan rumah yang difungsikan sebagai pusat data sekaligus menangani permasalahan kependudukan, dimana sistem pemanfaatannya menggunakan data kependudukan.
Baca Juga: Empat Pasien Baru Covid-19 di Kota Jogja Berasal dari 4 Kecamatan Ini
“Dengan adanya Rumah Data ini dapat mengatasi permasalahan yang ada. Diharapkan Rumah Data dapat bertransformasi, minimal memenuhi empat pencapaian yaitu pencapaian Dasar, Berkembang, Mandiri, Paripurna. Untuk warga Rejowinangun ini bisa dibilang hampir mencapai paripurna,” ungkapnya.
Dengan adanya fasilitas tambahan ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk mencatat semua data kependudukan yang bersumber dari masyarakat. “Semoga kedepannya, banyak inovasi yang bisa di laksanakan walaupun sampai saat ini masih dalam pandemic covid-19,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.