Taman Robin di Jogja, Inovasi Penyiraman Jarak Jauh dengan Sistem Robot

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi menjajal langsung sistem penyiraman otomatis di Taman Robin, Cokrodiningratan pada Minggu (20/7/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
23 Juli 2020 09:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kelurahan Cokrodiningratan benar-benar serius terhadap penataan kawasan tepi sungai menjadi kawasan hijau yang ramah anak dan lingkungan. Setelah membuat Taman Wisata Code, kali ini Kelurahan Cokrodiningratan membuat Taman Robin, Taman yang diinovasi dengan Robot Irigasi Nyuburke (Robin).

Robin merupakan sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan teknologi Internet of Things. Menggunakan sumber air kali Code, taman di kawasan tersebut akan disiram secara otomatis yang terhubung dengan sistem internet dari Smartphone. Menggandeng Universitas Janabadra, teknologi penyiraman tanaman secara otomatis tersebut ramah lingkungan karena menggunakan energi surya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi yang berkesempatan menjajal langsung inovasi tersebut mengatakan bahwa Robin menjadi salah satu pemanfaatan teknologi untuk. "Kalau ini berhasil tidak menutup kemungkinan semua taman-taman di Kota Jogja akan kita siram semacam ini, cuma yang penting air itu bagaimana ada salurannya," jelasnya.

Menyangkut wifi yang menjadi akses untuk mengaktifkan Robin Heroe cukup optimis mengingat saat ini sudah ada 211 wifi gratis. "Semoga kita kembangkan untuk penyiraman taman kota, di jalan-jalan dan segala macam, tapi ini perlu instalasi khusus jadi nanti perlu membangun secara khusus instalasinya," tambahnya.

Diterangkan Heroe, meski harus membangun instalasi khusus inovasi Robin sangat murah dan tidak menggunakan banyak biaya. Pasalnya, Wifi sudah gratis disediakan oleh Pemkot Jogja, sumber daya menggunakan solar cell, dan airnya dimanfaatkan dari sumber sumber yang ada di sekitar kali Code. "Sehingga ini [Robin] tidak ada yang sampai mengakibatkan biaya, jadi ini sangat murah dan praktis, ini bagian dari upaya kita menuju Jogja Smart City, salah satunya Smart Environmental," tukasnya.

Ketua Tim Robin yang merupakan dosen Universitas Janabadra, Eri Haryanto menjelaskan sistem Robin dapat bekerja dengan dua mode. Mode pertama yakni berdasar jam penyiraman, sementara mode kedua yakni mode otomatis penyiraman berdasarkan kelembaban tanah.

Salah satu unggulan dari Robin dijelaskan Eri terletak pada penyiraman jarak jauh berbasis Internet. Melalui portal khusus, sistem dapat dikendalikan dan dipantau oleh stockholder yang diberi kewenangan akses. Sehingga penyiraman dapat diaktifkan kapan pun dan dari mana pun meski jarak yang jauh.