Diduga Sudah Termakan Usia, Kanopi Atap GraPARI Telkomsel Ambruk

Suasana kantor GraPARI Telkomsel pasca jatuhnya kanopi di Jl. Pangeran Diponegoro, Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Jogja yang ambrol pada Jumat (24/7/2020) sekitar pukul 14.45 WIB. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
24 Juli 2020 22:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Diduga karena termakan usia, tiga kanopi yang berada di bangun GraPARI Telkomsel di Jl. Pangeran Diponegoro, Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Jogja ambruk pada Jumat (24/7/2020) sekitar pukul 14.45 WIB.

Seorang saksi mata Yoyok Santoso, 30, mengatakan jika saat kejadian terjadi untungnya tidak ada orang di bawahnya. Padahal pada saat kanopi terjatuh biasanya pada jam-jam tersebut masih terdapat sejumlah orang dan motor maupun mobil yang diparkirkan.

"Untungnya tidak ada korban jiwa, waktu kejadian terjadi saya mau mengeluarkan motor saya dari parkiran, padahal di jam-jam itu biasanya masih ada orang yang datang," ujar Yoyok Santoso, Jumat (24/7/2020).

Lebih lanjut, bangunan GraPARI Telkomsel tersebut masih beroperasi hingga saat ini. Terdapat dua buah pintu masuk yakni melalui utara gedung dan dari sebelah barat gedung.

"Namun, pelanggan lebih sering masuk ke bangunan di pintu sisi barat, Biasanya ramai yang datang ke sana [GraPARI Telkomsel]. Kebetulan saat kanopi itu jatuh lokasi cukup sepi," sambung Yoyok.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan di tempat jatuhnya kanopi, bekas serpihan yang jatuh telah dibersihkan oleh sejumlah petugas yang masih terdapat di kantor. Sebuah mobil PLN juga datang untuk memperbaiki kabel yang rusak imbas terkena dari jatuhnya kanopi.

Adapun, pada pukul 17.21 WIB, beberapa pekerja juga masih berada di lokasimu jatuhnya kanopi. Beberapa petugas masih membersihkan sisa bangunan di halaman kantor tersebut.

Seorang saksi mata lainnya, Tresno Slamet, 54, menuturkan bahwa kanopi atap yang ambrol di sisi utara bangunan GraPARI terjadi sekitar pukul 14.45 WIB.

"Terdengar suara seng dan runtuhan bangunan yang cukup keras ketika saya ingin memarkirkan kendaraannya saat kanopi jatuh, setelah melihat ke arah selatan, benar bahwa tiga kanopi yang ada di bangunan itu ambrol," jelas Slamet.

Sejumlah karyawan GraPARI Telkomsel dibikin panik pasca jatuhnya kanopi yang diduga sudah uzur tersebut. Sejumlah karyawan bank yang berada di sisi barat juga turut keluar karena mereka mendengar suara yang cukup keras saat kanopi jatuh.

"Saat kanopi jatuh ada beberapa kabel yang ikut terputus dari jatuhnya kanopi atas tersebut, sejumlah karyawan GraPARI Telkomsel juga kaget, dan sejumlah karyawan bank ikut keluar," terangnya.

Bank Swasta

Sebelumnya, lanjut Slamet, bangunan GraPARI Telkomsel tersebut digunakan oleh salah satu bank swasta. Namun, pada Desember 2019, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor GraPARI Telkomsel.

"Desember 2019 sudah ada plakat GraPARI Telkomsel terpasang di bangunan tersebut. Baru awal Januari itu dilakukan renovasi. Biasanya banyak pekerja bangunan yang memperbaiki beberapa bagian bangunan," jelasnya.

Sejak Slamet bekerja disebuah kantor yang berada di sisi utara kantor GraPARI Telkomsel, ia mengungkapkan jika ia sudah menduga-duga jika kanopi tersebut bisa sewaktu-waktu ambrol.

"Hal tersebut karena umur kanopi sudah terlalu lama, kanopi itu sudah ada sebelum saya bekerja di sisi Utara bangunan GraPARI Telkomsel. Tidak pernah dilakukan perbaikan atau diganti," tutupnya.

Sumber : suara.com