OPD Kulonprogo Perlu Kuatkan Koordinasi Guna Pemulihan Pariwisata

Kondisi terkini Waduk Sermo, di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
25 Juli 2020 04:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih terkait dengan kepariwisataan menguatkan koordinasi guna memulihkan perekonomian masyarakat.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat Kulonprogo. Namun, karena pandemi Covid-19, kondisi perekonomian masyarakat yang bergerak di sektor tersebut lumpuh. Imbasnya juga dirasakan sektor penunjang kepariwisataan, seperti industri kuliner, suvernir dan lain sebagainya.

Untuk itu, OPD terkait meliputi Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Perhubungan, diharapkan bisa menguatkan koordinasi guna memulihkan sektor pariwisata terlebih dahulu.

Baca Juga: 16 dari 23 Pasien Baru Corona di DIY Hari Ini Didominasi Warga Bantul

"Dengan pemulihan sektor pawisata, efeknya juga akan memulihkan sektor lainnya. Untuk itu, kami minta OPD berkolaborasi untuk mempercepat pemulihan ini," kata Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, kepada wartawan Jumat (24/7/2020).

Selain pemerintah, peran masyarakat khususnya pelaku wisata juga dibutuhkan dalam upaya pemulihan sektor ini. Pelaku wisata diharapkan bisa benar-benar menerapkan standar operasional prosedur operasional wisata sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

SOP itu meliputi penyediaan tempat cuci tangan, kewajiban memakai masker, menyediakan hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh wisatawan menggunakan thermogun dan pembatasan jumlah kunjungan maksimal 50% dari total kapasitas.

Baca Juga: Wisata Museum Benteng Vredeburg Akan Dibuka Secara Terbatas

Pihaknya tidak ingin, upaya pemulihan sektor wisata dengan pembukaan kembali destinasi wisata di tengah masa pandemi ini justru menjadi bumerang bagi industri itu sendiri. "Kami tidak ingin ada klaster baru dari sektoral wisata, maka untuk itu pelaku wisata bisa benar-benar menerapkan standar protokol kesehatan yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan jawatannya sudah berupaya memulihkan kondisi perekonomian sektor wisata. Pelaku wisata yang terdampak pandemi Covid-19 telah mendapatkan bantuan berupa materi dan sembako. Saat ini juga tengah berlangsung proses verifikasi terhadap obyek wisata, restoran dan hotel untuk uji coba oeperasional secara terbatas dalam masa adaptasi baru atau new normal.

Sampai hari ini sudah sejumlah jasa wisata yang beroperasi kembali karena telah melakukan simulasi uji coba pembukaan wisata dilanjutkan verifikasi oleh Dispar dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo. Untuk rumah makan ada sekitar 25 usaha yang telah mengajukan simulasi, tapi baru sepuluh yang diverifikasi. Sedangkan destinasi wisata ada sekitar 11 obyek dan lima telah diverifikasi.