UPT Malioboro: Selama Pandemi, Kunjungan Wisatawan 600 Orang Per Hari

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
30 Juli 2020 06:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kunjungan wisatawan di Malioboro dinilai masih belum mengalami lonjakan yang signifikan. Kunjungan wisatawan masih berada di angka 600 sampai dengan 700 orang per harinya.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro, Ekwanto menjelaskan jika kunjungan di Malioboro masih berada di angka ratusan orang. Belum mencapai angka ribuan, kecuali kunjungan pada malam Minggu.

"600 sampai dengan 700 kunjungan itu belum normal. Kecuali malam Minggu ya, kalau weekend itu bisa sampai ribuan orang," ujar Ekwanto, Rabu (29/7/2020).

BACA JUGA : Malioboro Dijaga Ketat, Titik Nol Disterilkan

Lebih lanjut, kunjungan wisatawan di Malioboro sebelum pandemi sendiri bisa mencapai ribuan orang per harinya. Namun, setelah adanya pandemi Covid-19 kunjungan di Malioboro hanya mencapai ratusan orang per harinya.

"Kalau sebelum pandemi Covid-19 normalnya bisa mencapai 5.000 wisatawan yang datang per harinya, angka tersebut kalau normal ya, tidak ada pandemi Covid-19," terangnya.

Jumlah 600 sampai dengan 700 kunjungan ke Malioboro tersebut murni merupakan angka kunjungan dari wisawatan. Di dalamnya, tidak termasuk para pedagang kali lima yang berjualan di sekitar Malioboro.

"Kunjungan wisatawan di hari-hari biasa masih didominasi oleh wisatawan asal Jogja, kalau malam Minggu itu [kunjungan wisatawan] banyak juga dari luar DIY," sambung Ekwanto.

BACA JUGA : Pengunjung Malioboro Dibatasi Maksimal Hanya 2.500 Orang 

Sementara itu, kunjungan wisatawan dari luar daerah yang turun dari bus pariwisata diakui Ekwanto memang ada.

"Bus pariwisata itu parkir di Senopati bukan di Abu Bakar Ali, namun kunjungannya tidak secara bersamaan, namun dilakukan secara bergantian," ungkapnya.

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Malioboro, lanjut Ekwanto, UPT Malioboro masih mengerahkan petugas Jogoboro yang betugas untuk mengecek suhu tubuh pengunjung. Selain itu, petugas Jogoboro juga ditugaskan untuk membantu masyarakat untuk melakukan scanning barcode sebelum masuk zona Malioboro.

"Selama belum dicabut masa tanggap darurat penanganan Covid-19 oleh Gubernur DIY upaya penjagaan yang dilakukan di Malioboro terus dilakukan. Personel yang kami turunkan perharinya sebanyak 24 petugas Jogoboro," katanya. 

Sebelumnya, objek wisata Taman Sari telah dibuka untuk umum beberapa waktu lalu setelah ditutup selama kurang lebih empat bulan lamanya. Namun, kali ini pengunjung diminta untuk memindai barcode sebelum masuk ke objek wisata yang ada di kompleks Kraton Ngayogyakarta tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Ketua RW 08 Kampung Taman, Ibnu Titiyanto menerangkan jam operasional destinasi objek wisata yang penuh dengan filosofi Jawa tersebut masih sama yakni 09.00-15.00 wib. Namun, tidak semua lokasi dapat dilintasi wisatawan.

BACA JUGA : Petugas Jogoboro Kewalahan Hadapi Wisatawan di Malioboro

"Objek wisata Taman Sari masih dibuka seperti biasa, jika memang nanti ada perubahan, pengelola akan memberikan pemberitahuan. Hanya saja tidak semua lokasi dibuka untuk umum sesuai dengan kesepakatan," ungkap Ibnu yang juga menjabat sebagai pengurus wisata Taman Sari yang ditunjuk dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta ini.

Jumlah kunjungan wisatawan di Taman Sari juga akan dibatasi sebanyak 500 orang. Di hari hari biasanya sebelum pandemi Covid-19 kapasitas kunjungan wisatawan ke Taman Sari sekitar 800 sampai 1.000.

"Pemakaian QR Code juga nantinya akan mampu membantu petugas dalam menghitung jumlah wisatawan yang masuk. Nantinya, akan ditempatkan juga petugas di dalam Taman Sari untuk memantau apakah wisatawan sudah menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 atau tidak," katanya.