Bupati Sri Purnomo Tegaskan Salat Iduladha Tidak Boleh Dilaksanakan di Ruang Terbuka

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan panen raya padi di Bulak Jabung, Pandowoharjo, Rabu (1/4/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
30 Juli 2020 20:02 WIB Nina Atmasari Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pada Hari Raya Iduladha ini, Pemkab Sleman masih melarang pelaksanaan Salat Id digelar di ruang terbuka atau di lapangan.

Aturan tersebut rupanya menimbulkan banyak pertanyaan dari warga Sleman. Menjawab pertanyaan publik tentang penyelenggaraan ibadah ini, Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan penjelasan.

Baca juga: Di Sleman, Tak Diizinkan Salat Iduladha di Lapangan

Sri Purnomo memberikan klarifikasi melalui media sosial facebook. Ia menyebutkan dirinya banyak menerima pertanyaan tentang pelaksanaan salat Iduladha.

"Sederek sembada sekalian, terkait banyak pertanyaan ke saya tentang pelaksanaan sholat Idul Adha tahun ini bagaimana?
#SriPurnomo menjawab:," tulisnya dalam akun facebook Sri Purnomo, pada Kamis (30/7/2020).

Ia menegaskan Pemkab Sleman memang mengeluarkan aturan tersebut.

"Jadi tahun ini Pemkab Sleman mengeluarkan kebijakan bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha tidak boleh dilaksanakan di ruang terbuka. Sholat Idul Adha berjema'ah hanya bisa dilaksanakan di Masjid yang sudah mengantongi surat rekomendasi aman Covid-19," tulisnya.

Baca juga: Ini Pesan Menag Terkait Pemotongan Hewan Korban di Tengah Pandemi..

Tak lupa, ia juga mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Dan satu lagi, selalu patuhi protokol kesehatan di mana saja sederek sembada sholat berjama'ah. Pakai masker, jaga jarak, dan sebaiknya membawa perlengkapan sholat sendiri-sendiri. Mari patuhi aturan demi kebaikan bersama. Matur nuwun," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan Pemkab tetap tidak memberikan izin pelaksanaan Salat iduladha di lapangan. Salah satu alasannya karena sampai saat ini masih muncul kasus-kasus baru positif Covid-19 di wilayah Sleman.

"Jadi prinsipnya protokol pelaksanaan Salat iduladha sama saat diterapkan pada Salat Idulfitri. Sampai saat ini kami belum mengeluarkan rekomendasi untuk Salat Iduladha di lapangan," ujar Joko, Rabu (29/7/2020).

Meskipun tidak merekomendasikan pelaksanaan Salat Iduladha di lapangan, Joko tidak mempersoalkan pelaksanaan Salat Iduladha di masjid-masjid yang sudah mengantongi rekomendasi. "Kalau masjid sudah mengantongi rekomendasi aman Covid-19, masih boleh melaksanakan Salat Iduladha secara berjamaah," katanya.

Hanya saja, ia tetap mengingatkan agar pelaksanaan Salat berjamaah di masjid tetap dilakukan sesuai prosedur dan protokol kesehatan. Pakai masker hingga pengukuran suhu tubuh jamaah. "Kalau Salat Iduladha dilaksanakan di lapangan jemaah bisa datang dari mana saja, tidak ada kontrol dan pengawasan. Ini berbeda dengan di masjid yang akses jemaah masuk hanya satu pintu," kata Joko.