Lelang Karya Seni untuk Peduli Pencegahan Covid-19 dan Banjir Luwu

Event kepedulian terhadap Covid-19 dan banjir di Luwu Sulawesi, dengan melibatkan 20 seniman. - Ist
31 Juli 2020 15:07 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Di tengah maraknya penyebaran virus ganas Covid 19, Indonesia mendapatkan musibah yang memprihatinkan berupa bencana banjir lumpur di Luwu Utara Sulawesi Selatan yang membawa korban puluhan ribu jiwa. Mereka ada yang kehilangan rumah dan terpaksa mengungsi, ada yang meninggal karena tertimbun lumpur yang mengerikan dan juga ada yang maish dalam pencarian.

Korban yang mengakibatkan kematian karena covid 19 juga belum reda, malahan semakin menjadi dengan angka lebih dari 100.000  jiwa positif Covud dan ribuan telah tiada.

Taufik Ridwan selaku ketua pelaksana, direktur Jogja Auction menyampaikan, banyak aksi peduli yang telah dilakukan. Namun saat ini dikarenakan kondisi akibat Covid 19 melanda segala golongan dan masyarakat, kemampuan dalam peduli dan berbagi pun mengalami penurunan. Kini semakin jarang ada bantuan dan rakyat seolah dibiarkan untuk mengatasi dirinya sendiri, atau bisa mati karena corona.

Padahal, menurutnya, kepedulian seharusnya dilakukan tanpa henti, dengan sekuat tenaga. "Apapun yang kita berikan kepada orang lain, pastilah akan dikembalikan dengan berlipat ganda oleh Allah. Bahkan sedekah dapat menolak balak dan bahaya dalam kehidupan. Semakin kita memberi, maka semakin banyak akan kembali. Semakin banyak bersedekah, semakin menjauhlah segala musibah dan bencana. Karenanya, setiap kita harus berusaha peduli dan memberi sesuai kemampuan dan kapasitasnya," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (31/7/2020).

Menurutnya, seniman dapat juga peduli dengan karya karya hebatnya yang dapat hadir memberikan pencerahan dan motivasi dalam berbagai kehidupan. Orang kaya, dapat peduli dengan hartanya. "Orang yang berkecukupan, kelak akan menikmati surga ketika kepedulian dia lakukan dengan membagi harta-hartanya baik ketika sempit maupun lapang," lanjut dia.

Karenanya, event kepedulian dengan melibatkan 20 seniman ini, diantaranya DR Timbul Raharjo, Kartika Affandi, Syaiful Adnan, Herjaka HS, Dipo Andy, Hasoe, Sigit Raharjo, Heru Dodot Widodo,Didit Slenthem, Roedyn Choerodin,Setia Utami,Irwan Sukendra, Ikhwan, Deni Junaedi,Abah Coirusshaleh, Mujiharjo,Cubung WP, Endro Banyu, Agus Nuryanto dan akan dibuka dengan pentar khusus oleh Rektor UNY Prof.DR Sutrisna Wibawa,M.Pd ini digelar dalam bentuk lelang karya seni secara virtual melalui Zoom dengan meeting ID : 884 2085 8379 dengan password : lelang dan live Sosmed mulai jam 12,30 – 15.00 WIB  Minggu (2/8/2020).

"Acara ini diselenggarakan oleh Jogja Auction, Dini Artproduction, GM Production, DPD Ivendo Yogyakarta dan ACT Yogyakarta serta didukung sepenuhnya oleh PPHI DIY, FMY, dan JEF," tutur Taufik..

Acara ini dirancang untuk ikut membantu pencegahan penyebaran Covid 19 yang makin tak terkendali serta musibah banjir lumpur di Luwu Utara Sulawesi Selatan melalui donasi yang disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Yogyakarta.

Siapun boleh mengikuti, beberapa kolektor Karya Seni Seperti diantaranya Peng Suyoto, Widy Tarmizy, Hilman Tisnawan dll, ketua APTISI DIY yang juga Rektor UII Prof.DR Fathul Wakhid serta beberapa rektor serta donatur tetap ACT akan ikut serta Zoom Lelang. Untuk informasi kesertaan