Bansos Sapu Jagat Tahap Dua Dijadwalkan Cair Pekan Kedua Agustus

Foto ilustrasi bantuan sosial. - Bisnis Indonesia
31 Juli 2020 14:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan melanjutkan pemberian bantuan sosial (bansos) sapu jagat dari APBD Bantul.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut sekaligus menyapu warga yang belum menerima bansos baik dari Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat, top-up APBD DIY maupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul Bantul, Anwar Nur Fahrudin mengatakan, sejauh ini kuota untuk penerima bansos sapu jagat tahap kedua, adalah sebanyak 1.500 Kartu Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan untuk tahap pertama, sudah ada sebanyak 7.352 KPM yang menerima pencairan pada awal bulan lalu.

“Jumlah penerima sendiri ini belum final, karena masih menunggu hasil Musdes [Musyawarah Desa],” katanya, Jumat (31/7/2020).

Lebih lanjut Anwar mengungkapkan, untuk besaran pencairan bansos sapu jagat kali ini akan berbeda dibandingkan tahap pertama. Di mana, jika sebelumnya, setiap pemegang KPM mendapatkan pencairan anggaran Rp600.000 per bulan untuk tiga bulan. Kali ini, hanya menerima bantuan senilai Rp300.000 per bulan untuk Agustus, September dan Oktober.

Baca Juga: Masih Tanggap Darurat Covid-19, Garebeg Besar di Kraton Jogja Ditiadakan

“Selain itu, kami pastikan penerima bansos ini adalah KPM baru. Mereka yang benar-benar tidak tersentuh bantuan. Baik itu, dari BLT dari pemerintah pusat, top-up APBD DIY dan BLT DD. Jadi kemungkinan jumlahnya akan mengalami perubahan dari kuota tersebut, tergantung kepada hasil Musdes nantinya,” lanjut Anwar.

Untuk memastikan penerima bansos sapu jagad tepat sasaran, lanjut Anwar, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Camat dan Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) Bantul, Senin (3/8/2020). Diharapkan dengan adanya koordinasi tersebut maka percepatan pelaksanaan Musdes segera terealisasi.

“Harapannya, minggu pertama Agustus ini Musdes bisa dilakukan. Setelah itu kami usulkan untuk surat keputusan penerima dan diharapkan pekan kedua sudah bisa dicairkan,” terangnya.

Terpisah, Ketua APDESI Bantul Ani Widayani menyambut positif dan mengapresiasi rencana Pemkab Bantul memberikan bansos sapu jagad tahap kedua. Sebab, langkah pemberian bansos senilai Rp300.000 per bulan ini, dinilai bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya mengatasi dampak Covid-19.

Baca Juga: Lampu Minyak Meledak, Uang Rp10 juta dan Emas Hangus Terbakar

“Namun, untuk kepastian berapa penerima dan teknisnya, kami akan menunggu hasil koordinasi,nantinya,” ucap Ani.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, ada total 9.352 penerima bansos sapu jagat. Dari jumlah tersebut, akan dicairkan dalam dua tahap, yakni anggaran senilai Rp13,2 miliar bagi 7.352 penerima untuk tahap pertama.

"Sisanya ada 1.500 penerima. Namun demikian, untuk data penerima tahap kedua ini masih akan diverifikasi ulang. Sebab, ada kekeliruan nomor induk kependudukan [NIK], nomor kepala keluarga [KK] yang tidak sama,” katanya.

Oleh karena itu, dengan adanya verifikasi ulang, diharapkan bansos Sapu Jagat APBD mampu mengcover warga yang belum menerima dari mana pun juga.Helmi berharap, warga bersabar jika belum menerima bantuan. Karena, mereka tinggal menunggu waktu saja untuk pencairannya.