Kesadaran Warga Sleman untuk Memakai Masker Tergolong Tinggi

Bupati Sleman Sri Purnomo saat membagikan masker kepada pengendara di Lapangan Denggung, Jumat (7/8/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
08 Agustus 2020 04:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman membagikan sekitar 10.000 masker serentak di 17 kecamatan. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu bentuk mencegah penyebaran atau penularan Covid-19.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan masih tinggi. Hal itu terlihat saat pembagian masker di Lapangan Denggung, area Foodcourt dan Pasar Denggung, hanya terdapat dua hingga tiga orang yang tidak menggunakan masker.

Baca juga: Jokowi Arahkan Sekolah di Zona Kuning Dibuka, Ini Langkah Pemda DIY

"Hanya sedikit yang tidak menggunakan masker. Alasannya lupa dan terburu-buru, selebihnya semua sudah menggunakan masker," katanya usai pembagian masker bersama Forkompimda Sleman kepada pengendara di Lapangan Denggung, Jumat (7/8/2020).

Dia pun berpesan agar masyarakat konsisten menerapkan protokol kesehatan dimanapun sebelum bepergian. "Jangan sampai karena terburu-buru menjadi kita lupa dan mengabaikan protokol kesehatan," katanya.

Saat ini, Pemkab Sleman belum memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum. Menurutnya, sebelum memberlakukan intruksi presiden (Inpres) tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19, Pemkab akan terus mengedukasi dan mensosialisasikan.

Baca juga: Bikin Vaksin dan Imunisasi Corona di Indonesia Ini Hitung-hitungan Biaya yang Dibutuhkan

"Edukasi dan sosialisasi jauh lebih penting sebelum menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan," katanya.

Meskipun begitu, katanya, jika memang dibutuhkan maka sanksi sosial lebih tepat diberlakukan untuk memberikan efek jera bagi pelanggar. Selain hasilnya bermanfaat untuk orang lain, menjadi edukasi buat pelanggar, misal dalam bentuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan. "Saya lebih cenderung ada sanksi sosial saja untuk membuat efek jera. Misalnya kerja bakti atau lainnya," ujarnya.

Jika Sri Purnomo memilih Lapangan Denggung untuk pembagian masker, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun membagikan 1.000 masker di Pasar Tanjung dan Pasar Kliwon, Berbah. Selain masalah masker, ia juga menyoroti kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak. Soal jaga jarak masih harus terus disosialisasikan kepada pengunjung pasar.

"Pedagang harus aktif memberikan edukasi kepada pembeli terkait protokol kesehatan. Para pedagang juga perlu menyediakan tempat cuci tangan dan ikut memberikan edukasi kepada pembeli jika tidak memakai masker atau tidak menjaga jarak," ucapnya.

Plt. Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana mengatakan masker yang dibagikan di setiap kecamatan sejumlah 500 masker. Khusus di Lapangan Denggung (wilayah Kecamatan Sleman) dan Kecamatan Berbah, pihaknya membagikan 1.000 masker. "Total sekitar 10.000 masker yang dibagikan," katanya.