Bantu Penuhi Kebutuhan Darah, GP Ansor Sleman Siap Gelar Donor Darah Minimal 4 Kali Setahun

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun saat menyaksikan kegiatan aksi donor darah GP Ansor dan pengunjung Sleman City Hall, Minggu (9/8/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
10 Agustus 2020 03:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Sleman, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sleman menandatangani kerjasama dengan PMI Sleman. GP Ansor siap melalukan aksi donor darah secara rutin empat kali dalam setahun.

Ketua Pengurus GP Ansor Sleman, Ariyanto Nugroho mengatakan kerjasama dengan PMI diterapkan dengan menggelar aksi donor darah secara rutin. Minimal empat kali dalam setahun atau tiga bulan sekali. Aksi tersebut menjadi aksi kemanusiaan untuk membantu ketersediaan darah di PMI Sleman.

Baca juga: Mitigasi Penting untuk Mengurangi Korban Jiwa di Tempat Wisata

Menurut Ariyanto, gerakan kemanusiaan antara Pemuda Ansor dan PMI selama ini sudah satu jalur. Ansor berharap ikut berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan stok darah bagi PMI. PMI saat ini sedang membutuhkan stok darah yang banyak untuk kebutuhan masyarakat.

"Sejak awal kami menggelar aksi donor darah bersama PMI, kami berharap aksi kemanusiaan ini menjadi agenda organisasi yang bisa digelar secara rutin," katanya usai penandatanaganan MoU dengan PMI Sleman, Minggu (9/8/2020). Kegiatan yang diadakan di Sleman City Hall ini diikuti ratusan kader GP Ansor, Banser NU dan pengunjung mall.

"Aksi donor darah yang digelar secara rutin menjadi kesempatan untuk kami untuk bisa berkhidmat pada umat selain melalui jalur yang sudah kami lakukan secara regular di organisasi," jelas Ariyanto.

Baca juga: Warga Bendung Gunungkidul Rutin Latihan Jemparingan

Kegiatan donor darah tersebut, lanjutnya, sudah dua kali dilaksanakan dengan PMI Sleman. Kegiatan donor darah pertama dilaksanakan pada bulan Juni 2020 dengan pendonor mencapai 150 orang. "Sebenarnya banyak juga sahabat Ansor dan juga Banser yang menjadi relawan PMI. Kami akan lakukan edukasi kepada seluruh kader terkait manfaat donor darah baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain," katanya.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menilai kerjasama dua organisasi tersebut merupakan langkah tepat untuk penyediaan stok kebutuhan darah. Terlebih kebutuhan darah di Sleman mencapai 60 hingga 75 kantong darah perhari. Dia berharap kerjasama yang dibangun dapat meminimalisir kasus kematian akibat kekurangan darah.

"Jika MoU disepakati maka perencanaan aksi donor darah untuk memenuhi kebutuhan darah juga akan baik. PMI nanti mengetahui jadwal donor dan waktunya, sesuai dengan kesepakatan," jelas Muslimatun.

Ketua PMI Sleman Sunartono mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan darah di PMI terutama di masa pandemi Covid-19. PMI juga siap untuk menjemput para pendonor yang ingin tetap tinggal di rumah dan tidak berani keluar rumah untuk mendonorkan darahnya.

"PMI juga siap untuk menjemput bola bagi para pendonor yang ingin mendonorkan darahnya. Saat ini sejumlah organisasi juga melakukan kerjasama dengan kami, di antaranya Ansor, Karang Taruna, Pramuka dan beberapa organisasi lainnya," katanya.