UMKM Jogja Pemohon Bantuan Rp2,4 Juta Sudah Ribuan

Ilustrasi bantuan
14 Agustus 2020 21:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Bantuan hibah modal kerja bagi para pelaku usaha mikro resmi senilai Rp2,4 juta telah dibuka. Pelaku usaha mikro pun berbondong-bondong mengajukan permohonan sebagai penerima bantuan melalui Dinas Koperasi UKM Nakertrans Kota Jogja.

Kepala Bidang Unit Usaha Mikro, Dinas Koperasi UKM Nakertrans Kota Jogjakarta, Rihari Wulandari mengatakan saat ini pelaku usaha mikro yang sudah mengajukan permohonan bantuan sudah mencapai 1.000 orang hingga Jumat (14/8/2020). Menurutnya jumlah tersebut dapat terus bertambah dan berproses seiring berjalannya waktu.

Diterangkan Rihari, guna menjaga kehati-hatian, pihaknya mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh Menteri Koperasi dan UKM. Rihari menjelaskan dalam juknis pelaku usaha mikro yang hendak mengajukan hibah modal kerja harus memiliki Izin usaha Mikro (IUM). "Setelah diverifikasi yang ber-IUM baru 400, ini masih berproses terus," ujarnya.

Rihari sudah mengimbau bagi para pelaku usaha mikro yang tidak memiliki IUM untuk segera mengurusnya. "Teman-teman itu kenapa tidak mau mencari IUM pertama karena ketidak tahuan mereka," ujarnya. Selain itu menurut Rihari pelaku usaha mikro yang tidak memiliki IUM biasanya masih belum memiliki usaha yang pasti, sehingga masih sering gonta-ganti. "Kalau sudah settle produknya ini baru cari IUM, ikut binaan kami, tapi kalau belum ya gonta-ganti enggak mau ke dinas," imbuhnya.

Sebenarnya Rihari juga sudah kita menitipkan informasi syarat pengajuan bantuan hibah modal kerja ke sejumlah perhimpunan seperti Forkom UMKM masing-masing kecamatan untuk bisa fokus usahanya jadi bisa mendapatkan IUM. "Tetapi nanti kita bantu caranya mendapat ium, orang lima menit sudah jadi," ujarnya.

Batas usulan pengajuan permohonan ke pusat hingga saat ini menurut Rihari belum ada. "Belum ada pokoknya sebanyak-banyaknya, intinya yang belum punya IUM diminta untuk segera mengurus, terus kita sampaikan caranya membuat IUM," ungkapnya. Pihaknya mengatakan kepada beberapa pelaku usaha mikro ada beberapa yang terus dibantu untuk membuat IUM.

Dari ribuan pendaftar, pelaku usaha mikro yang mengajukan permohonan hibah bermacam-macam bidang, namun mayoritas pelaku usah kuliner. Saat ini data yang lengkap telah diajukan ke pusat untuk selanjutnya masuk tahap verifikasi. "Sasaran bansos ini untuk mengembangkan usaha mereka jangan sampai UMKM tiarap, kalau tiarap itu enggak tetap masih jalan tapi masih tertatih belum seperti dulu," ungkapnya.