Alat Informasi Kebencanaan Makin Banyak, YIA Aman dari Gempa & Tsunami

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dan Airport Planning Safety Health Environtment Quality and Risk Management Senior Manager YIA, Bambang Triyono saat ditemui wartawan seusai audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di Kantor Gubernur DIY, Selasa (18/8 - 2020).
18 Agustus 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna menunjang informasi kebencanaan kepada pengguna jasa Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memasang berbagai alat pembaca gempa bumi dan tsunami di sekitar YIA.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan alat tersebut sudah dipasang dan dioperasikan sejak setahun lalu ketika YIA mulai beroperasi. “Semisal seismometer, sudah ada delapan. Akan ditambah lagi dua,” ujarnya, saat ditemui wartawan seusai audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di Kantor Gubernur DIY, Selasa (18/8/2020).

BACA JUGA: 120 Tenaga Kesehatan di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Selain itu kata dia, alat pengukur curah hujan dan intensitymeter juga telah terpasang. Intensitymeter merupakan alat untuk mengukur tingkat guncangan gempa dalam skala MMI. Alat ini dipasang di terminal agar pengunjung dapat mengetahui tingkat guncangan pada gempa yang sedang terjadi.

Kemudian alat untuk mengukur kecepatan gempa atau akselerometer dipasang di Crisis Centre YIA. Pemasangan alat di Crisis Centre ini khusus untuk petugas, bukan pengunjung, berfungsi untuk mempercepat penghitungan magnitude gempa.

“Terakhir ada alat warning receiver system generasi terbaru dengan layar berukuran 50 inch yang akan ditempatkan di terminal, agar pengunjung bandara tahu segera titik pusat gempa ada di mana, magnitude berapa dan berpotensi sunami atau tidak, dalam waktu 2-5 menit,” katanya.

BACA JUGA: Waduh, Uang Pecahan Rp75.000 Dijual di Online Rp50 Juta

BMKG mengklaim bangunan YIA sudah tahan gempa maksimal magnitudo 8,5 dan tsunami dengan ketinggian gelombang maksimal 9 meter. Saat terjadi kedua bencana tersebut dengan kekuatan di bawah batas maksimal masing-masing, pengunjung justru diimbau masuk ke dalam bandara karena sudah aman.

Di samping pemasangan alat-alat tersebut, BMKG saat ini sedang menyiapkan geomagnet atau alat pengukur gas radon di beberapa titik, yang saat ini masih dalam tahap riset. Dalam penyiapan alat ini, pihaknya juga akan bekerja sama dengan beberapa Lembaga luar negeri seperti Jepang.

BACA JUGA: Urung ke Lazio, David Silva Gabung Real Sociedad & Bikin Situs Klub Down

Sedang disiapkan pula alat peringatan dini gempa bumi atau earthquake early warning system yang dapat memberi info beberapa detik sebelum gempa terjadi. “Semisal 15 detik sebelum gempa ada notifikasi, sehingga pengunjung dapat segera evakuasi,” ungkapnya.

Airport Planning Safety Health Environtment Quality and Risk Management Senior Manager YIA, Bambang Triyono, mengatakan alat yang telah terpasang saat ini salah satunya adalah seismometer, yang terletak di terminal, tepatnya di area check in.

“Sementara hanya ada satu display. Hasil dari diskusi dengan Ngarsa Dalem [Gubernur DIY Sri Sultan HB X] kalau bisa displaynya jangan hanya satu, tapi beberapa. Ini kami coba kerja sama lagi dengan BMKG apakah mau dipararelkan atau seperti apa,” ujarnya.