Pasar Kuliner Kebon Empring di Piyungan Mulai Padat Wisatawan

Pengunjung Pasar Kebon Empring menikmati kuliner di atas Kali Gawe, Rabu (19/8/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
19 Agustus 2020 18:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pasar Kebon Empring mulai membuka kembali kunjungan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini setelah tutup sekitar empat bulan akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Wisatawan sudah banyak berdatangan untuk menikmati makanan tradisional dengan pemandangan alam di Dusun Bintaran Wetan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul ini.

Pengelola Pasar Kebon Empring, Titik Ai-Luh, mengatakan Pasar Kebon Empring yang dikenal dengan kuliner tradisional itu sebenarnya sudah mulai dibuka setelah mendapat izin dari Dinas Pariwisata Bantul pada 12 Juli lalu. Namun kunjungan mulai banyak sejak akhir Juli hingga Agustus ini.

Kunjungan wisatawan harian di masa adaptasi kebiasaan baru ini sudah mencapai sekitar 200-300 orang pada hari biasa dalam sehari. Sementara akhir pekan dan libur panjang bisa mencapai 1.500-2.000 orang wisatawan. Meski sudah banyak, jumlah wisatawan belum sebanyak saat sebelum pandemi Covid-19. “Kalau sebelum pandemi hari biasa bisa mencapai 500-700 orang dan hari libur bisa mencapai 4.000-5.000 orang,” kata Titik, Rabu (19/8/2020).

BACA JUGA: Tiba-Tiba Bu Tejo Jadi Trending di Twitter, Siapa Dia Sebenarnya?

Titik sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran dari pemerintah, mulai dari memperbanyak tempat cuci tangan dari yang tadinya empat kini ada 12 titik tempat cuci tangan.

Semua pengelola dan pelaku usaha kuliner serta wisatawan diharuskan mengenakan masker. Jika ada wisatawan yang tidak mengenakan masker pihaknya telah menyediakan dengan harga Rp5.000-an. Pengelola sementara ini juga membatasi jumlah kunjungan sampai di angka 300an orang untuk menghindari terjadinya kerumunan. “Semua wisatawan yang masuk juga kami data,” ucap Titik.

Selain itu semua kawasan Pasar Kebon Empring juga disemprot cairan disinfektan setiap Senin pagi. “Khusus Senin pagi, wisata kami buka pukul 10.00 WIB karena paginya ada penyemprotan,” ujar dia.

Sementara hari biasa dan hari libur buka pukul 07.00-17.00 WIB.

BACA JUGA: Hadir di Deklarasi KAMI, Dubes Palestina Mengira Diundang Peringati Kemerdekaan RI

Titik berujar para pelaku UMKM kuliner yang berjumlah 31 orang dan pelaku UMKM kerajinan juga sudah memahami perilaku di masa adaptasi kebiasaan baru ini sehingga masin-masing lapak juga menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Mereka juga diwajibkan mengenakan seragam, menggunakan apron, dan masker. Tempat duduk juga selalu dibersihkan secara berkala.

Pasar Kebon Empring merupakan salah satu objek wisata di Kecamatan Piyungan yang menawarkan kuliner tradisional seperti sego atau nasi wader, jangan lombok, sego lele, sego welut, sego wiwit, tengkleng, sego mentel, geblek hingga dawet batok dan seruni. Harga yang ditawarkan relatif murah, mulai dari Rp3.000 sampai Rp17.000, “Semua penyajian makanan dan minuman tidak menggunakan bahan plastik sekali pakai untuk menjaga kelsestarian alam,” ucap Titik.

Pasar Kebon Pring mulai dibuka untuk kunjungan wisatawan pada 17 Mei 2018. Dinamakan Pasar Kebon Empring karena hampir sekeliling objek wisata tersebut adalah pohon bambu atau empring dalam bahasa jawa.

Lokasi tersebut mulai menjadi objek wisata awalnya karena banyak orang yang berswafoto di jembatan Kali Gawe dalam lokasi pasar Kebon Empring. Setelah jembatan Kali Gawe diresmikan pada Februari 2018, empat bulan kemudian warga setempat memanfaatkannya dan mengembangkan menjadi lokasi wisata dengan menambah sarana dan prasarana penunjang wisata seperti taman, destinasi swafoto, bale di atas Kali Gawe.