Gunungkidul Tambah 2 Kasus, 1 Kasus Terkait Hajatan Pernikahan

Ilustrasi. - Freepik
19 Agustus 2020 08:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jumlah penderita Covid-19 di Gunungkidul terus bertambah. Terbaru ada dua kasus baru, sehingga total penderita corona yang masih dalam perawatan di kabupaten ini sebanyak 44 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan dua kasus baru itu berasal dari Kapanewon Playen. Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Kasus pertama berusia 66 tahun, dan kasus kedua berusia 64 tahun.

BACA JUGA : Setelah Bantul, Kini Gunungkidul yang Paling Banyak

Dewi menjelaskan kasus pertama masih terkait dengan pesta pernikahan di wilayah Kalurahan Logandeng, Playen. Pernikahan yang digelar sekitar sepekan lalu itu sempat membuat geger masyarakat. Sebab, pasangan pengantin yang menggelar hajatan ternyata positif Covid-19.

"Ya untuk kasus pertama ini masih terkait dengan pernikahan di Logandeng. Berdasarkan test swab yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan untuk kasus kedua masih dalam proses tracing," ujar Dewi kepada awak media, Selasa (18/8/2020).

Dengan tambahan dua kasus baru ini, maka total penderita corona di Gunungkidul sebanyak 158 orang dengan rincian 44 dirawat, 110 sembuh dan empat meninggal dunia.

Belum Ambil Keputusan

Dari 44 kasus Covid-19 di Gunungkidul, dua di antaranya merupakan pegawai di puskesmas di Gunungkidul. Kedua pegawai itu terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil swab test massal yang digelar Dinkes Gunungkidul pada pekan lalu. Bersama dua orang itu, ada 19 pegawai Dinkes Gunungkidul yang juga terkonfirmasi positif corona.

BACA JUGA : Kasus Corona yang Menimpa Sejumlah Nakes di

Dinkes Gunungkidul lantas mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi penularan di lingkungan kantor. Langkah itu salah satunya dengan menerapkan sistem bekerja di rumah atau work from home bagi seluruh karyawan Dinkes, kecuali pegawai yang bertugas mendistribusikan obat ke puskesmas.

"Kami juga langsung melakukan swab test ulang kepada seluruh pegawai yang dinyatakan negatif, ini untuk memastikan apakah mereka benar-benar negatif atau sudah terinfeksi," kata Dewi.

Disinggung apakah puskesmas yang menjadi tempat kerja bagi dua pegawai positif corona juga akan diterapkan sistem serupa atau malah ditutup sementara, Dewi belum bisa memutuskan.

"Soal ini [penutupan puskesmas untuk sementara] perlu ada asesmen dulu untuk mengetahui ada tidaknya penularan [lokal], karena kan kemarin di-swab semua secara bersamaan, sehingga belum diketahui apakah itu tertular di lingkungan kantor atau tidak," ujarnya.