PM India Modi Bakal ke Jogja, Dukung Restorasi Candi Prambanan
PM India Narendra Modi akan ke Jogja 8 Juli 2026 untuk dukung pemugaran Candi Prambanan dan perkuat kerja sama strategis RI-India.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Tanah Air, membuat minat lulusan sekolah menegah atas dan sederajat untuk mendaftar sebagai mahasiswa baru Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jogja menurun.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Jogja Prof Fathul Wahid, kala dihubungi pada Sabtu (22/8/2020).
"Tapi kalau angkanya secara detail, saya belum punya datanya," ujarnya.
Baca juga: Kakak Raja Jogja Wafat, Gamelan Kraton Tak Boleh Dibunyikan Selama 3 Hari
Sementara itu, saat disinggung soal hasil dari adanya laman pendaftaran bersama PTS se-DIY, jogjaversitas.id, ia juga belum dapat menganalisis lebih lanjut.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Islam Indonesia (Humas UII) Ratna Permata Sari mengungkapkan, saat ini jumlah pendaftar mahasiswa baru di UII pada 2020 hingga pertengahan Agustus 2020 sebanyak 20.700 orang. Periode pendaftaran sebagai mahasiswa baru UII sendiri masih dibuka hingga akhir Agustus.
Para pendaftar diketahui mayoritas berasal dari wilayah DIY dan sekitarnya. Beberapa di antara mahasiswa baru yang diterima tersebut mendaftar lewat laman PMB bersama jogjaversitas.id.
Baca juga: Orangtua Sematkan PIN dalam Wisuda Daring
Menurut Ratna, jumlah itu menurun ketimbang tahun sebelumnya pada bulan yang sama, yaitu 24.337 orang pendaftar.
"Jika dilihat dari perbandingan angka pendaftar tahun lalu dan tahun ini, dikaitkan dengan situasi pandemi, kami mengamati hingga saat ini, secara umum pendaftar maba UII mengalami penurunan walau tidak terlalu signifikan," kata dia.
Sementara itu, penurunan jumlah pendaftar juga dirasakan oleh Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) [dulu Sekolah Tinggi Teknologi Nasional].
Kepala Bagian Promosi dan Humas ITNY Ridayati menerangkan, hingga saat ini, jumlah pendaftar yang sudah registrasi ulang baru sebanyak 30% dari target. Padahal, sudah ada 1.786 orang yang mendaftar secara daring ke institut tersebut.
Untuk mengatrol jumlah maba yang mendaftar ke ITNY, pihaknya melakukan banyak cara dan promosi di lapangan, antara lain jemput bola ke calon maba yang belum melanjutkan tahap pendaftaran.
"Kami juga memberikan potongan SPP tetap 10 % sesuai imbauan LL DIKTI Wilayah V," tuturnya.
Kampus juga melibatkan sejumlah alumni ITNY yang bekerja di beberapa institusi terkemuka, untuk ikut turut mempromosikan kampus.
Rida melanjutkan, pihaknya berharap, ada sebanyak 70% dari total target calon maba yang registrasi ulang ke ITNY.
"Karena setelah kami analisis, banyak dari ortu camaba yang takut anaknya kuliah di Jogja saat ini. Sementara mahasiswa ITNY banyak yang luar Jawa," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PM India Narendra Modi akan ke Jogja 8 Juli 2026 untuk dukung pemugaran Candi Prambanan dan perkuat kerja sama strategis RI-India.
Kasus dugaan korupsi program MBG di BGN menyeret TNI dan Polri aktif. Pemerintah tegaskan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
4 kebiasaan setelah jam 5 sore yang wajib dihindari agar tekanan darah stabil: kafein, garam, alkohol, dan stres. Simak rekomendasi pakar kesehatan.
Meta luncurkan Pocket, aplikasi AI untuk membuat gim & aplikasi interaktif tanpa kode. Cukup dengan prompt, siapa pun bisa jadi kreator.
Justin Kluivert di-bully warganet Indonesia usai gagal penalti di Piala Dunia 2026. KNVB lapor polisi. Simak kronologi dan kaitannya dengan Patrick Kluivert.
Krisis BBM di Rusia dorong lonjakan permintaan mobil listrik China. Penjualan naik dari 2-3 unit/bulan jadi 2-3 unit/hari.