Kunjungi Pasar Dlingo, Ini yang Dilakukan Abdul Halim Muslih..

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih bersama Walidi mendengarkan curhatan Mbah Pawiro, penerima donasi komunitas Buntut Wedhus, Sabtu (22/8/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
24 Agustus 2020 08:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan komunitas Buntut Wedhus. Komunitas yang beranggotakan para pedagang kambing se-Kecamatan Dlingo ini, menyisihkan hasil penjualan kambing tiap hari pasaran untuk didonasikan kepada janda-janda lansia dan warga tidak mampu.

Para pedagang kambing yang berjumlah sekitar 40 orang ini, biasa berdagang kambing di Pasar Dlingo pada hari pasaran Kliwon dan Pahing. Setiap hari pasaran itu mereka mengumpulkan donasi seikhlasnya. Dari donasi tersebut mereka wujudkan dalam bentuk sembako untuk lansia yang tidak mampu.

BACA JUGA : Bertarung di Pilkada Bantul, Ini Kekayaan Suharsono & Abdul

“Kepedulian komunitas ini bisa menjadi contoh bagi komunitas yang lain. Meskipun setiap hari mereka disibukkan dengan kegiatan dagang kambing, namun setiap hari juga mereka masih berupaya menyisihkan hasilnya untuk membantu sesama,” kata Halim di Pasar Dlingo, Sabtu (22/8/2020).

Halim juga ikut menemani komunitas Buntut Wedhus mengunjungi lansia karena bersamaan adanya aksis sosial komunitas tersebut. Menurut Halim, kepedulian sosial yang selama ini menjadi ciri khas warga Bantul harus tetap dipertahankan karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menangani berbagai masalah sosial

“Harus bekerja sama dengan masyarakat yang peduli seperti teman-teman pedagang kambing Pasar Dlingo ini,” ucapnya.

Koordinator Donasi, Walidi mengatakan donasi dilakukan pada Sabtu (22/8/2020) karena Senin Kliwon yang lalu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) RI sehingga anggota memiliki kesibukan masing-masing. Ia menilai banyak lansia di wilayah Dlingo yang sudah tidak bisa mencari nafkah sehingga kehidupan mereka bergantung pada uluran tangan tetangga dan saudaranya, terlebih lagi lansia yang kesusahan dalam beraktifitas sehari hari.

BACA JUGA : Sudah Bisa Dipastikan, Suharsono Vs Halim Bakal Bertarung 

“Seperti  Mbah Pawiro yang kami datangi hari ini, beliau janda dan lansia, sudah tidak bisa melihat atau buta karena faktor usia,” ujarnya.

Lebih lanjut Walidi mengatakan masih banyak janda seperti Mbah Pawiro yang membutuhkan bantuan. Pihaknya dalam komunitas Buntut Wedhus menargetkan donasi sampai 200 lansia sampai November nanti dari donasi para pedagang kambing. Pihaknya juga membuka donasi kepada siapapun yang ingin ikut membantu dengan menyalurkan bantuan melalui komunitas Buntu Wedhus.