Sudah Bisa Dipastikan, Suharsono Vs Halim Bakal Bertarung di Pilkada Bantul

Suharsono dan Wakil Abdul Halim Muslih saat maju berpasangan di Pilkada Bantul 2015. - Harian Jogja/Bhekti Suryani
19 Juni 2020 18:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Partai Gerindra memastikan rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul 2020 ini adalah Suharsono dan Totok Sudarto. Keduanya tinggal menunggu rekomendasi pasangan untuk didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“DPP sudah sudah merekomendasikan Suharsono mencari wakilnya. Kami sudah mengajukan pasangannya pak Totok. Sudah disetujui tinggal menunggu surat resminya,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bantul, Darwinto, saat dihubungi Jumat (19/6/2020).

Darwinto mengatakan pasangan bakal calon Suharsono-Totok bakal diusung oleh Gerindra, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Golkar. Ia memastikan kemungkinan untuk perubahan nama pasangan bakal calon kecil.

Senada disampaikan Suharsono. Ia mengatakan dalam rapat terakhir dengan DPP, hanya Sleman dan Gunungkidul yang masih ada perubahan nama bakal calon yang akan diusung Gerindra. Sementara di Bantul hanya namanya yang direkomendasikan. Pihaknya juga sudah mengajukan nama Totok Sudarto yang akan mendampinginya di pilkada Desember mendatang.

“Yang mengusung nanti Gerindra, Nasdem, Golkar, dan PKS. Itu sudah pasti. Lainnya masih pendekatan kemungkinan akan tambah lagi partai lain sebagai pendukung,” ujar Suharsono.

Sementara bakal pasangan calon lainnya yang sudah dipastikan memiliki tiket untuk maju adalah Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa. Abdul Halim Muslih merupakan ketua DPC PKB Bantul, sementara Joko Purnomo ketua DPC PDIP Bantul.

Sehari Sempat Nihil, Kini Kasus Covid-19 di DIY Bertambah Lagi! Total Sudah 272

Anggota Pemenangan Pilkada PKB Bantul, Yasmuri mengatakan sampai saat ini baru PKB dan PDIP yang mengusung Halim-Joko. Namun demikian pihaknya juga masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai lainnya untuk bergabung seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Yasmuri juga memstikan sudah tidak ada kemungkinan perubahan nama bakal calon yang diusung PKB dan PDIP, “Kemungkinan nama berubah hampir tidak ada. Kami tinggal menunggu waktu deklarasi,” ujar Yasmuri.