OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Relawan Mengajar Maharani Purbayan, Jogja mendampingi anak belajar, beberapa waktu lalu./Dok relawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Metode belajar online belum bisa diakses oleh semua pelajar di DIY.
Sebuah sekolah di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memilih untuk mengajar para siswanya menggunakan handy talky. Pertimbangan itu karena tak semua siswa memiliki handphone hingga borosnya penggunaan kuota internet.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 8 Semanu, Gunungkidul memilih untuk belajar menggunakan handy talky. Sekolah sering mendapatkan keluhan dari orang tua terkait tidak efektifnya belajar online dari rumah.
Sekolah akhirnya memilik model pembelajaran dengan seperti itu dirasa lebih efektif serta lebih menghemat kouta internet. Apalagi selama selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka dihilangkan.
"Orang tua itu sering mengeluhkan kuota internet, kemudiam guru juga kurang maksimal kalau pakai WA, akhirnya kami pakai handy talky," kata Kepala MIN 8 Semanu, Laily Fauziah, Senin (24/8/2020).
Pembelajaran online sebelumnya menggunakan grup WhatsApp dirasa tidak efektif dan sering kali menganggu para orang tua. Belum lagi kendala jaringan internet.
Konsepnya pembelajarannya, para siswa dengan jarak radius 3 kilometer dari sekolah dapat mengakses frekuensi yang sudah ditentukan. Selanjutnya, interaksi antara guru dan juga murid dilakukan sehingga pelajaran dapat diserap secara maksimal.
Sejauh ini hanya siswa kelas 6 saja yang menggunakan handy talkie sebagai media pembelajaran. Jika tidak ditemukan kendala, penerapan penggunaan handy talky akan digunakan kepada seluruh siswa mengingat sistem zonasi yang ada membuat para siswa hanya memiliki radius dekat dari sekolah.
BACA JUGA: Dokter yang Meninggal karena Corona Punya Komorbid, Begini Penjelasan RSUP Sardjito
Para siswa pun mengaku senang dapat belajar menggunakan handy talky. Sebab belajar dengan metode online dari rumah sangatlah membingungkan bagi mereka yang tidak memiliki handphone.
Salah satu siswa Talita Vania Anggraeni mengaku lebih senang belajar dengan handy talky. Dia bisa mendengarkan langsung penjelasan guru.
"Enak pakai handy talky soalnya bisa dengar langsung dari pak guru," kata Talita.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Tugas Via WhatsApp Dikeluhkan Orang Tua, Sekolah di Gunungkidul Belajar lewat Handy Talky"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.