Sempat Berhenti karena Pandemi, Padat Karya Diusulkan Masuk Prioritas APBD Perubahan 2020

Ilustrasi. - Freepik
25 Agustus 2020 09:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Program padat karya di Kulonprogo yang sempat mandek selama pandemi Covid-19 kemungkinan besar akan kembali menggeliat. Hal ini menyusul rencana Pemkab Kulonprogo menjadikan program tersebut sebagai program prioritas dalam APBD Perubahan 2020.

Rencana itu tertuang dalam Rancangan Perubahan APBD 2020 yang disampaikan Bupati Kulonprogo, Sutedjo dalam rapat paripurna (Rapur) beragendakan penyampaian nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan APBD tahun anggaran 2020, di Ruang Rapat Kresna, Kompleks DPRD, Kulonprogo, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Menaker: Pegawai Honorer Akan Dapat Subsidi Gaji Rp600.000

Sutedjo mengatakan dalam rancangan APBD perubahan, disebutkan bahwa kebijakan belanja daerah fokus pada sejumlah hal yang salah satunya adalah penambahan belanja hibah untuk kegiatan padat karya. Pemilihan padat karya sebagai program prioritas sendiri bertujuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terpuruk imbas pandemi Covid-19.

Melalui padat karya, selain melanjutkan pembangunan infrastruktur yang tertunda karena pandemi, masyarakat utamanya yang terlibat langsung dalam proses kegiatan tersebut juga bakal mendapat tambahan penghasilan. Dengan begitu diharapkan bisa membantu perekonomian mereka.

"Seperti yang kita tahu, program padat karya kan melibatkan masyarakat dan siapa yang ikut tentunya dapat upah, nah ini yang kemudian membuat kami menjadikan ini sebagai program prioritas, karena bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Sutedjo.

Baca juga: Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina: Politik Ramah Perempuan

Sutedjo optimistis, rencana Pemkab memasukkan padat karya sebagai program prioritas dalam APBD perubahan bisa disetujui DPRD Kulonprogo. Menurutnya rencana ini sudah sesuai dengan keinginan dewan. Sehingga sekarang tinggal menunggu penetapannya saja.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan secara pribadi ia mendukung rencana itu, karena tujuannya jelas untuk membangkitkan kembali perekenomian masyarakat yang remuk redam selama wabah corona. Hal itu juga sudah sesuai dengan anjuran pemerintah pusat bahwa Pemda di seluruh Indonesia dalam merancang APBD perubahan fokus pada recovery bidang perekonomian.

"Dan di Kulonprogo, kita fokuskan untuk bagaimana menggeliatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.