18 Gerai KDMP Gunungkidul Lolos Verifikasi, 12 Lainnya Ditarget Rampung November
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bakal calon kepala daerah di Gunungkidul didominasi oleh aparatur negara. Dari delapan nama yang muncul sebagai kandidat, empat berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI aktif.
Ketiga PNS ini meliputi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Bambang Wisnu Handoyo yang akan maju melalui PDI Perjuangan; Rektor UNY Sutrisna Wibawa yang maju sebagai calon bupati yang diusung PKS, Demokrat dan PAN; dan PNS Kementerian Pertanian Heri Susanto yang maju sebagai wakil bupati dari Golkar dan PKB. Sementara, Mayor Sunaryanto, anggota TNI, akan diusung oleh Golkar dan PKB sebagai calon bupati.
Nama-nama yang beredar ini hampir pasti maju karena mayoritas sudah mendapatkan surat rekomendasi dari masing-masing partai.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan Peraturan KPU tentang Pencalonan menyebut bakal calon harus mengundurkan diri sebagai abdi negara. Ketentuannya, kata dia, lima hari setelah penetapan calon, yang bersangkutan harus menyerahkan lampiran surat pengunduran diri berupa surat pengunduran dan keterangan bahwa pengunduran sedang diproses oleh pejabat yang berwenang.
“Untuk SK definitif pemberhentian harus diserahkan 30 hari sebelum pemilihan berlangsung,” kata Hani kepada Harianjogja.com, Kamis (27/8/2020).
BACA JUGA: Kabar Gembira, Nadiem Berikan Kuota Internet Gratis untuk Siswa hingga Mahasiswa Selama 4 Bulan
Meski demikian, ia berharap bakal calon yang berstatus PNS maupun anggota TNI melakukan proses pengurusan pengunduran diri sejak sekarang. Hal ini untuk antisipasi agar tidak ada kendala dalam tahapan pencalonan. “Untuk pendaftaran mulai dibuka pada 4 September mendatang,” katanya.
Di beberapa kesempatan bakal calon yang berstatus sebagai PNS maupun anggota TNI berkomitmen untuk mengikuti aturan dalam pencalonan. Mereka pun mengaku siap mundur sebagai abdi Negara.
BACA JUGA: Demi Pemerataan, Desa di Gunungkidul Ubah Seluruh Penerima BLT Dana Desa
Bakal calon bupati Mayor Sunaryanto mengakui sudah melakukan proses pengunduran diri sebagai anggota TNI aktif. “Sudah diproses dan mudah-mudahan dalam waktu dekat turun SK nya,” kata Hani.
Di kesempatan lain, bakal calon bupati Sutrisna Wibawa menuturkan dirinya siap mundur sebagai ASN untuk memuluskan langkah sebagai kepala daerah di Gunungkidul. “Saya akan ikuti aturan meski masih belum memasuki masa pensiun, tapi siap mudur apabila maju sebagai calon keala daerah,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala BPKA DIY, Bambang Wisnu Handoyo, yang akan maju sebagai calon bupati dari PDI Perjuangan. Menurut dia, dirinya akan pensiun pada 1 November mendatang, namun apabila partai meminta untuk mundur maka akan mengikuti. “Saya siap dan akan ikuti aturan yang adanya,” kata Bambang beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.